Breaking News:

3 Tahun Jokowi JK

3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Kinerja Kemenperin Semakin Moncer

Kinerja Kementerian Perindustrian selama tiga tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla makin moncer.

Kemenperin
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan keterangan kepada wartawan seusai Konferensi Pers mengenai capaian kinerja di sektor perindustrian selama periode tahun 2015-2017 dalam rangka tiga tahun Pemerintahan Jokowi-JK (Kerja3ersama) di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 23 Oktober 2017. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kinerja Kementerian Perindustrian selama tiga tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla makin moncer. Ini artinya, tiga agenda terkait industri dalam program Nawacita yang ditetapkan Jokowi-JK, mampu dilaksanakan Kemenperin.

Lihat saja, di bawah kepemimpinan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, kemampuan daya saing industri manufaktur Indonesia semakin meningkat. Jika tahun 2014 Indonesia menempati posisi ke 12 dengan nilai tambah industri sebesar 202,82 miliar dolar AS dan pangsa pasar mencapai 1,74 persen.

Kini, melalui berbagai kebijakan dan penyiapan infrastruktur penunjang industri, United Nation Industrial Development Organization (UNIDO, 2017) mencatat daya saing Indonesia di posisi ke 9 pada tahun 2016 dengan nilai tambah industri sebesar 225,67 miliar dolar AS dan pangsa pasar meningkat menjadi 1,83 persen.

Nilai tersebut lebih tinggi banding negara-negara besar seperti Inggris, Rusia, Kanada, Spanyol, dan beberapa negara eropa lainnya. 

Kemenperin juga melakukan pemerataan dan penyebaran industri. Pada 2015 hingga 2017, telah dibangun dan beroperasi 3 kawasan industri baru di pulau jawa dan 7 kawasan industri baru di luar pulau jawa dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 38.432 orang.

Untuk kawasan industri baru di luar Pulau Jawa yang telah beroperasi, antara lain di Sei Mangkei (Sumatera Utara), Morowali (Sulawesi Tengah), Bantaeng (Sulawesi Tenggara), Palu (Sulawesi Tengah), dan Konawe (Sulawesi Tenggara).

“Potensi pembangunan kawasan industri masih cukup besar dengan adanya sumber kekayaan alam yang tersebar, sehingga pada dua tahun mendatang diprediksi pertumbuhan kawasan industri baru akan terus meningkat dengan dibangun delapan kawasan industri baru di luar Pulau Jawa dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 296,3 ribu orang,” ungkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, kepada wartawan di Kementerian Perindustrian, di Jakarta, Senin (23/10/2017).

Menperin menegaskan, Indonesia merupakan salah satu negara yang kontribusi industri manufakturnya terhadap PDB lebih dari 20 persen. Indonesia menduduki peringkat keempat setelah Korea Selatan dengan sumbangan 29 persen, Tiongkok (27%), dan Jerman (23%).

Sementara itu, dari dari aspek Populasi dan Investasi Industri, selama periode tahun 2015-2017, jumlah unit usaha industri menengah dan sedang juga mengalami peningkatan signifikan. Di tahun 2014 jumlah unit usaha hanya mencapai 1.288 unit usaha, sementara sampai Triwulan II 2017 sudah mencapai 4.433 unit usaha. Di akhir 2019, Kemenperin optimis akan mencapai 8.488 unit usaha.

Seiring membaiknya kinerja industri, daya serap tenaga kerja juga naik signifikan. Pada periode tahun 2015-2017 meningkat dari 15,39 juta orang pada tahun 2014 menjadi 16,57 juta orang sampai Triwulan II tahun 2017. Di akhir tahun 2019 ditargetkan mencapai 17,1 juta orang tenaga kerja akan terserap oleh industri nasional.

Halaman
12
Penulis: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved