Partisipasi Lion Air Dalam Audit ICAO

Audit ini meliputi sejumlah aspek seperti legislation, organization, licensing, operation, airworthiness, accident investigation

Partisipasi Lion Air Dalam Audit ICAO
Tribunnews.com/Apfia Tiocony Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menyebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat 55 dari 191 negara berdasarkan hasil audit yang dilakukan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau ICAO pada tahun 2017 ini.

Audit ICAO USOAP (Universal Safety Oversight Audit Programme) merupakan audit bergengsi dengan skala internasional yang dilaksanakan oleh ICAO dalam pengawasannya terhadap negara-negara anggotanya meliputi faktor keselamatan penerbangan.

Baca: Guru Honorer Cantik Ini Nyambi Jadi Biduan Kampung

Audit ini meliputi sejumlah aspek seperti legislation, organization, licensing, operation, airworthiness, accident investigation, air navigation license, dan aerodime.

Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait saat melakukan konferensi pers terkait kecelakaan pesawat Boeing 737-800 NG Lion Air di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, di Kantor Pusat Lion Air, kawasan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013). (Tribun Jakarta/Jeprima)
Direktur Utama Lion Air Group, Edward Sirait 

Pada tanggal 10 hingga 18 Oktober 2017 auditor ICAO melaksanakan audit di Indonesia diikuti dengan Lion Air beserta regulator dan operator lainnya secara bersinergi dan kerja sama yang sangat baik telah berhasil menunjukkan kepada dunia keselamatan penerbangan dengan meraih nilai 81,15%.

Dengan nilai capaian sebesar 81,15 % pada audit Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP) atau Audit Keselamatan Penerbangan, menandakan keselamatan penerbangan di Indonesia telah sesuai (compliance), bahkan melebihi standar yang ditetapkan ICAO sebesar 64,71%.

Dengan hasil ini, jika dibandingkan dengan negara-negara di Asean, Indonesia menduduki peringkat ke-2 di bawah Singapura. Sedangkan di antara negara-negara Asia Pasifik, Indonesia masuk dalam peringkat ke 55 yang sebelumnya berada pada peringkat 151 dari 191 negara peserta pada tahun sebelumnya.

Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait menyampaikan bahwa Lion Air adalah perusahaan penerbangan swasta asal Indonesia yang ditunjuk menjadi objek dalam pelaksanaan audit oleh ICAO tersebut, serta dijadikan salah satu maskapai yang mewakili dari sekian banyak perusahaan penerbangan di Indonesia.

“Hasil tersebut menunjukan bahwa Lion Air Group yang menaungi Lion Air, Batik Air, dan Wings Air telah menunjukan ketaatan (compliance) menyangkut legalitas, pengorganisasian, serta pengoperasian penerbangan sebagaimana telah ditetapkan. Dengan demikian bahwa peningkatan dan usaha – usaha untuk menjaga keselamatan penerbangan telah dilaksanakan sebagaimana mestinya. Kami bersyukur telah berperan dalam peningkatan rating penerbangan nasional yang penilaiannya dilakukan oleh ICAO,” ujar Edwar Sirait dalam keterangan persnya, Rabu (29/11/2017).

Lion Air Group jelasnya, akan terus berusaha mengikuti perkembangan informasi dan teknologi dalam hal yang terkait dengan peningkatan dari mutu dan kualitas keselamatan dan keamanan penerbangan.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved