Sabtu, 30 Mei 2026

Petani Plasma Berharap Pabrik Kelapa Sawit Jaga Harga Beli Tandan Buah Segar

Kondisi ini picu kekhawatiran petani sawit terutama karena penurunan terjadi saat permintaan global terhadap produk olahan sawit masih relatif tinggi.

Tayang:
Tribunnews.com/dok.
HARGA TANDAN ANJLOK - Ilustrasi tandan buah segar kelapa sawit untuk bahan baku minyak goreng. Pasar kelapa sawit nasional mulai bergejolak setelah pemerintah mengumumkan rencana penerapan kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI). Di tengah proses transisi kebijakan tersebut, harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani justru mengalami tekanan cukup tajam. 

Ringkasan Berita:
  • Harga tandan buah segar turun usai pemerintah sampaikan ekspor satu pintu.
  • Harga TBS terjun bebas, dari kisaran Rp 3.700 per kg menjadi Rp Rp 2.500 sampai Rp 2.700 per kg.
  • Pemerintah meminta perusahaan segera menyesuaikan kembali harga pembelian TBS.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pasar kelapa sawit nasional mulai bergejolak setelah pemerintah mengumumkan rencana penerapan kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI). Di tengah proses transisi kebijakan tersebut, harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani justru mengalami tekanan cukup tajam.

Baca juga: Agar Hidup Sejahtera Petani di Sumatera dan Kalimantan Diajari Bercocok Tanam Kelapa Sawit

Di sejumlah wilayah, harga pembelian TBS dilaporkan turun drastis dari kisaran Rp3.500-Rp3.700 per kilogram menjadi hanya sekitar Rp2.500 hingga Rp2.700 per kilogram. Kondisi ini memicu kekhawatiran petani sawit, terutama karena penurunan terjadi saat permintaan global terhadap produk olahan sawit masih relatif tinggi.

Merespons kondisi tersebut, pemerintah mengecam langkah sejumlah pabrik kelapa sawit yang dinilai menurunkan harga pembelian secara sepihak.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan pemerintah telah mengantongi data sebanyak 139 pabrik kelapa sawit di berbagai daerah yang diduga melakukan penyesuaian harga pembelian TBS secara sepihak setelah munculnya pengumuman kebijakan ekspor baru tersebut.

Pemerintah pun meminta perusahaan-perusahaan sawit segera mengembalikan mekanisme harga pembelian TBS sesuai acuan harga Crude Palm Oil (CPO) di masing-masing wilayah.Meski demikian, tidak seluruh pabrik kelapa sawit mengikuti tren penurunan harga tersebut.

Morhaban, Ketua Koperasi Petani Sawit Citra Sejahtera yang merupakan plasma mitra PT Cipta Usaha Sejati (CUS), mengatakan petani mitra perusahaan masih menerima harga pembelian yang mengacu pada ketetapan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

“Kami berterima kasih kepada PT CUS yang membeli TBS tidak berdasarkan harga pasar yang lebih rendah, tetapi menggunakan harga Disbun. Alhamdulillah, kondisi kami tetap bisa berusaha dengan tenang,” ujar Morhaban, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan, harga pasar TBS saat ini memang berada di kisaran Rp2.700 per kilogram, jauh lebih rendah dibandingkan sebelum pemerintah mengumumkan rencana ekspor satu pintu, ketika harga masih berada di kisaran Rp3.500 per kilogram.

Masa Transisi Dimulai Juni

Pemerintah sendiri memastikan kebijakan ekspor satu pintu tidak akan langsung diterapkan secara penuh. Sudaryono menjelaskan masa transisi akan berlangsung mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Baca juga: Perdagangan Indonesia dan Pakistan Tumbuh Positif, Minyak Kelapa Sawit Jadi Komoditas Utama

Pada periode tersebut, aktivitas ekspor sawit tetap berjalan seperti biasa sambil dilakukan penyesuaian mekanisme dan evaluasi sebelum implementasi penuh yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Januari 2027.

Menurut Sudaryono, penjelasan mengenai masa transisi tersebut diharapkan dapat meredakan kepanikan pasar sekaligus mengembalikan kepercayaan pelaku usaha.

“Kami berharap setelah penjelasan bahwa operasional ekspor tetap berjalan normal, kekhawatiran pelaku usaha hilang dan harga pembelian TBS kembali normal sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Sudaryono.

Di tengah masa transisi ini, pemerintah juga menegaskan akan terus mengawasi pergerakan harga sawit di tingkat petani agar perubahan kebijakan ekspor tidak justru membebani pelaku usaha kecil dan petani plasma di berbagai daerah.

Baca juga: Optimalkan Manfaat Ekonomi Kelapa Sawit, Penanaman Diminta di Lahan yang Tepat, Bukan Kawasan Hutan

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit saat ini bervariasi tergantung wilayah dan umur tanaman. Berdasarkan penetapan periode akhir Mei hingga awal Juni, harga TBS di tingkat pabrik atau provinsi rata-rata berada di kisaran Rp 3.200 hingga Rp 3.900 per kg untuk usia tanam 10-20 tahun

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved