Pemerintah Kenakan Bea Masuk Barang Tak Terwujud Seperti Software Mulai Januari 2018

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan kebijakan tersebut diterapkan mulai Januari 2018.

Pemerintah Kenakan Bea Masuk Barang Tak Terwujud Seperti Software Mulai Januari 2018
TRIBUNNEWS/APFIA
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mulai tahun depan pemerintah akan mengenakan bea masuk untuk barang tak berwujud atau intangible goods yang dijual secara online.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan kebijakan tersebut diterapkan mulai Januari 2018.

Pemberlakuan aturan itu seiring dengan habisnya masa moratorium pengenaan bea untuk barang tak berwujud oleh Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO).

"Begitu Januari itu boleh. Tidak usah (nego dengan WTO) nggak perlu itu. Akan biasa berlaku barang ini bea masuknya sekian," ungkap Darmin saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (11/12/2017).

Jenis barang tak berwujud yang yang akan dikenakan bea masuk adalah software, e-book, musik ataupun film.

Darmin menyebutkan upaya ini sebagai upaya pemerintah menciptakan daya saing bagi penyedia layanan belanja online atau e-commerce dengan penjual dalam negeri.

Baca: Tahun Depan, Pelindo II Proyeksi Kenaikan Pendapatan 12 Persen

Pemerintah pun akan mengkaji detil mengenai aturan tersebut termasuk beban biaya yang akan dikenakan.

"Intinya urusan persaingan di e-commerce tidak terlepas juga dari daya saing produk industri kita. Kalo produknya gak bersaing, dijual juga akan aneh lebih murah," ungkap Darmin.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved