Breaking News:

Tahun 2017 PT Waskita Karya Bukukan Laba Rp 4,2 Triliun

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) membukukan laba bersih Rp 4,2 triliun di sepanjang 2017 lalu.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Dewi Agustina
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Pekerja tengah melakukan perbaikan pada Jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah atau lebih dikenal dengan Jembatan Siak III, Pekanbaru, Kamis (5/12/2013). Pihak kontraktor dalam hal ini PT Waskita Karya berencana untuk mengganti 19 baja penggantung (hanger). Jembatan yang diresmikan saat Ulang Tahun mantan Gubernur Riau HM Rusli Zainal pada tanggal 3 Desember 2011 tersebut sudah "cacat" sejak awal. (Tribun PekanbaruTheo Rizky) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) membukukan laba bersih Rp 4,2 triliun di sepanjang 2017 lalu.

Angka tersebut tercatat mengalami kenaikan 131,72 persen jika dibandingkan dengan laba bersih 2016 lalu yang berada di angka Rp 1,8 triliun.

Direktur Utama Waskita M Choliq mengatakan, dalam kurun 4 tahun terakhir, laba WSKT menunjukkan penguatan.

Tercatat, laba bersih perseroan dari tahun 2014 ke 2015 naik 104,68 persen menjadi Rp 1 triliun.

Lalu, di tahun 2015 ke 2016 kembali meningkat 72,99 persen menjadi 1,81 triliun.

Baca: Prabowo: Buat Apa Saya Berjuang Sampai Seperti ini Kalau Hanya Jadi Cawapres?

"Peningkatan signifikan pada laba bersih tersebut seiring dengan meningkatnya pendapatan usaha yang berhasil diraih sebesar Rp 45,21 triliun atau bertumbuh 90,04 persen dibandingkan pencapaian pada 2016 sebesar Rp 23,79 triliun," kata Choliq sebagaimana dalam keterangan tertulis, Kamis (1/3/2018).

Sebagaimana diketahui, BUMN Karya ini mengerjakan beberapa proyek infrastuktur strategis seperti jalan tol, jalur LRT Sumatera Selatan guna mendukung pelaksanaan Asian Games 2018, hingga pembangunan Transmisi Sumatera 500 kV sepanjang 395 Km dari New Aur Duri sampai Peranap.

Sepanjang 2017, perseroan mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 55,83 triliun.

Angka tersebut turun jika dibandingkan nilai kontrak baru di 2016 sebesar Rp 69,97 triliun.

Baca: Kaki Baasyir Bengkak dan Menghitam, Dokter RSCM Temukan Semacam Kista

Kontrak tersebut sebagian besar berasal dari investasi jalan tol yang dilakukan melalui anak usaha, menempati porsi 69 persen disusul dengan kontrak-kontrak dari BUMN/BUMD sebesar 16 persen, Pemerintah 10 persen dan swasta 5 persen.

Adapun aset perseroan tercatat mengalami kenaikan 59,35 persen dari posisi akhir 2016 Rp 61,43 triliun menjadi Rp 97,89 triliun.

Total ekuitas juga naik 35,65 persen menjadi Rp 22,75 triliun.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved