Jadi Dirut Bulog, Budi Waseso Siap Dimusuhi Ibu-Ibu
Budi Waseso menceritakan dia belajar dari anak buahnya di Bulog dan turun ke lapangan untuk mengecek langsung kondisi beras
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisaris Jenderal Budi Waseso yang merupakan mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) kini telah menjabat sebagai Direktur Utama Perum Bulog kurang lebih selama dua minggu.
Ia mengaku masih mempelajari pekerjaan barunya itu terlebih latar belakangnya dibidang hukum.
Budi Waseso menceritakan dia belajar dari anak buahnya di Bulog dan turun ke lapangan untuk mengecek langsung kondisi beras di pasaran.
"Saya ini hal baru dalam tugas saya di Bulog. Karena di luar profesi saya yang penegak hukum. Saya bekerjasama degan seluruh jajaran saya, dan saya ngecek sendiri ke lapangan," ungkap Budi Waseso saat ditemui di Kantor Bulog, Jakarta Selatan, Senin (14/4/2018).
Pada jabatan barunya ini, Budi Waseso mengaku sudah siap dimusuhi ibu-ibu karena kondisi pangan seperti harga beras diurus olehnya.
"Di Bulog jadi pertaruhan saya, kemarin di (BNN) disenangi ibu-ibu karena anak saya aman terselamatkan. Kalau sekarang saya jadi ancaman dimusuhi ibu-ibu. 'Pak Buwas gimana ini, berasnya begini berasnya begitu'," kata Budi Waseso.
Pria yang akrab disapa Buwas itu menjamin ketersediaan pangan aman selama masa kepemimpinannya termasuk pada bulan Ramadhan dan Lebarang yang akan segera berlangsung.
Maka Budi mengajak seluruh anak buahnya bekerja sama memberantas mafia pangan sehingga beras bisa sampai langsung ke masyarakat.
"Puasa dan Lebaran kan sudah bisa diprediksi kebutuhan pasti meningkat, harga tidak akan bisa naik kalau ketersediaan barang cukup, terjamin. Kita harus antisipasi, barang tidak melalui tangan orang lain. Bulog harus bekerja dan betul-betul menyentuh masyarakat," pungkas Budi Waseso.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/budi-waseso_20180514_171408.jpg)