Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
KAI: 81 Korban Luka Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Sudah Pulang, 19 Masih Dirawat
Bagi pelanggan yang telah melakukan pengobatan secara mandiri, KAI menyediakan mekanisme klaim atau reimbursement.
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 81 korban luka kecelakaan kereta di Bekasi telah pulang, sementara 19 masih dirawat.
- KAI menyediakan klaim pengobatan, trauma healing, dan posko layanan hingga 11 Mei 2026.
- Operasional KRL dan KA jarak jauh berangsur pulih dengan peningkatan ketepatan waktu.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan 81 korban luka insiden kecelakaan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan Commuter Line di Bekasi Timur, sudah pulang ke rumah setelah menjalani perawatan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, per Minggu (3/5/2026) pukul 07.00 WIB, tercatat 81 pelanggan yang dirawat telah kembali ke rumah dan 19 pelanggan lainnya masih dalam penanganan lanjutan di rumah sakit.
“Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan,” ujar Anne.
Baca juga: 31 Saksi Telah Diperiksa, Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Masuk Tahap Penyidikan
Menurutnya, bagi pelanggan yang telah melakukan pengobatan secara mandiri, KAI menyediakan mekanisme klaim atau reimbursement.
Persyaratan meliputi alat pembayaran yang memuat data perjalanan, identitas pelanggan, kuitansi dan rincian biaya pengobatan, resume medis, serta salinan rekening.
Setelah berkas dinyatakan lengkap, proses klaim akan dikoordinasikan bersama pihak asuransi.
“Proses klaim berlangsung paling lambat 21 hari kerja setelah dokumen dinyatakan lengkap. Pelanggan akan dihubungi kembali oleh pihak terkait bersama KAI,” tambah Anne.
Ia pun menyampaikan, layanan trauma healing juga disediakan bagi pelanggan yang membutuhkan, dengan pengajuan melalui Posko Informasi maupun call center 0812-9660-5747.
Pendampingan awal dapat dilakukan melalui telemedicine, sementara untuk keluarga pelanggan yang membutuhkan dilakukan secara langsung.
"Posko Bekasi Timur tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026, melayani kebutuhan informasi, administrasi, serta pendampingan lanjutan," ujarnya.
Operasional Kereta
Di sisi operasional, layanan Commuter Line Jabodetabek menunjukkan perbaikan yang konsisten dalam beberapa hari terakhir.
Ketepatan waktu keberangkatan berangsur naik dari 71,54 persen pada 30 April menjadi 87,39% pada 1 Mei, lalu mencapai 88,84% pada 2 Mei.
Ketepatan waktu kedatangan juga meningkat dari 68,46% menjadi 84,86%, dan kembali membaik hingga 87,04%.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Evakuasi-Korban-Tabrakan-Kereta-di-Stasiun-Bekasi-Timur_20260428_085913.jpg)