Tanggapan Tjahjo Kumolo Atas Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK untuk Kemendagri

"BPK dengan peran yang begitu besar dengan teliti dan cermat menggerakkan kami semua sehingga Kemendagri empat tahun berturut turut mendapat WTP"

Tanggapan Tjahjo Kumolo Atas Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK untuk Kemendagri
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Mendagri Tjahjo Kumolo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Ini merupakan keempat kalinya berturut-turut selama empat tahun Kemendagri mendapatkan predikat WTP.

Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, raihan WTP itu tidak hanya memacu jajaran di Kemendagri bekerja lebih baik, tapi menjadi pemacu bagi pemerintah daerah meraih prestasi yang sama.

"Kami akan segera melaksanakan beberapa rekomendasi-rekomendasi perbaikan yang ada dari BPK. Jadi selama ini di Kemendagri punya komitmen WTP terus, BNPP juga terus," ujarnya, Rabu (30/5/2018).

Dia menjelaskan, predikat WTP yang diterima Kemendagri berdasarkan hasil audit yang dilakukan BPK secara cermat dan teliti. Peran badan pemeriksa sangat besar menggerakkan seluruh jajaran di Kemendagri bekerja sesuai aturan.

Baca: Dari Sel Penjara, Perempuan Ini Kendalikan Peredaran 25.000 Butir Ekstasi Kiriman dari Jerman

"BPK dengan peran yang begitu besar dengan teliti dan cermat menggerakkan kami semua sehingga Kemendagri empat tahun berturut turut mendapat WTP dan BNPB juga," kata dia.

Di tempat sama, anggota BPK Isma Yatun mengatakan acara yang digelar untuk menyampaikan LHP dua kementerian dan empat lembaga yang semuanya mendapatkan predikat WTP.

Dia berharap, diperolehnya opini WTP menjadi momentum bagi kementerian dan lembaga yang mendapatkannya untuk lebih baik lagi di tahun berikutnya.

"Terutama dalam menindaklanjuti rekomendasi BPK. Dan saya percaya, pastinya seluruh jajaran kementerian dan lembaga yang hari ini menerima WTP itu bekerja sebaik-baiknya untuk pengelolaan keuangan yang lebih akuntabel dan transparan," tambahnya.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved