Breaking News:

Pilot Ancaman Mogok, Garuda Pastikan Operasional Saat Musim Mudik Tetap Normal

Maskapai Garuda Indonesia memastikan penerbangan selama musim mudik akan berjalan normal.

Editor: Sugiyarto
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Vice President of Investor Relations and Corporate Secretary PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Hengki Heriandono menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (31/1/2018). Hengki Heriandono diperiksa sebagai saksi untuk tindak pidana korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk tersangka Emirsyah Satar. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Maskapai Garuda Indonesia memastikan penerbangan selama musim mudik akan berjalan normal.

Komitmen tersebut sejalan dengan dibatalkannya rencana aksi mogok para pilot garuda pada puncak arus mudik.

Vice President Corporate Secretary Hengki Heriandono menyampaikan apresiasi kepada asosiasi pilot yang mementingkan kepentingan nasional dibandingkan melakukan aksi mogok.

"Kami juga menyampaikan apresiasi terhadap APG dan Sekarga yang tetap mengedepankan kepentingan nasional dan  komitmen pelayanan operasional  terhadap konsumen di periode peak season ini," ungkap Hengki melalui keterangan resminya, Sabtu (2/6/2018).

Hengki juga menyebutkan pihak Garuda telah menyiapkan sejumlah program agar program mudik 2018 dapat berjalan sesuai target.

"Kami harapkan agar para pengguna jasa tetap tenang dan tidak perlu kuatir tentang rencana mogok tersebut. Kami pastikan layanan operasional penerbangan tetap berlangsung normal," kata Hengki.

Pihak Garuda mengaku terus melakukan diskusi dengan para pegawai garuda terkait tuntutan mereka seperti adanya perbaikan di jajaran direksi serta peningkatan kesejahteraan bagi pegawai.

"Karena lebih dari 90 persen aspirasi tuntutan karyawan kepada perusahaan telah dipenuhi oleh manajemen, dan tidak ada issue kesejahteraan karyawan yang menjadi penyebab rencana mogok APG dan Sekarga," tutur Hengki.

Sejalan dengan upaya peningkatan kinerja operasional jelang peak season Lebaran 2018, Garuda Indonesia Group menyiapkan 150.510 kursi penerbangan ekstra atau menambah 768 frekuensi penerbangan saat mudik 2018.

Penambahan berlangsung pada tanggal 8 Juni 2018 hingga 24 Juni 2018 baik untuk rute domestik dan internasional.

Dari 768 frekuensi penerbangan tambahan, 480 penerbangan Citilink dan 288 penerbangan Garuda Indonesia.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved