Saham Mana yang masih prospektif saat Sektor Ritel Digempur e-Commerce

Kinerja emiten peritel pada kuartal III-2018 cukup manis kendati dilanda gempuran pelemahan rupiah dan e-commerce yang menjamur.

Saham Mana yang masih prospektif saat Sektor Ritel Digempur e-Commerce
Tribunnews/JEPRIMA
Direktur Utama Danareksa Sekuritas Jenpino Ngabdi (jas hitam) saat memantau pergerakan saham di kantor Danareksa Sekuritas, Jakarta Pusat, Jumat (9/3/2018). Pada awal 2018 Danareksa Sekuritas trading saham mencatat kenaikan yang signifikan terlihat dari peningkatan average daily trading value sekitar 40 persen dibandingkan tahun lalu dimana rata-rata transaksi harian mencapai Rp 300 miliar hal ini tentunya didukung oleh research coverage yang solid. sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun diprediksi masih terus kembali bangkit ke teritori positif. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kinerja emiten peritel pada kuartal III-2018 cukup manis kendati dilanda gempuran pelemahan rupiah dan e-commerce yang menjamur.

Pertumbuhan ekonomi dan pemulihan daya beli diperkirakan ikut membawa berkah bagi perusahaan ritel

Beberapa perusahaan ritel yang diperdagangkan di bursa antara lain PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), PT Hero Supermarket Tbk (HERO), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF).

Mino, analis Indo Premier Sekuritas mengatakan, secara umum bisnis sektor ritel fashion dan konsumen masih prospektif ke depannya mengingat sektor ini berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarkat.

“Tetapi memang persaingan di sektor ini semakin ketat, sehingga kalau tidak berinovasi maka akan ditinggal oleh konsumen,” kata pekan lalu.

Terkait toko online atau e-commerce, Mino mengakui ada dampaknya bagi toko ritel konvensional.

Baca: IMF Sebut e-Commerce Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Asia

Tapi, nilainya masih kecil saat ini, dan toko konvensional sudah mulai ikut mengembangkan e-commerce, baik itu lewat kerja sama maupun toko online sendiri.

"Sehingga, seharusnya tak membawa dampak buruk besar bagi kinerja," kata dia. 

Baca: TERPOPULER- Soroti Pernyataan Jokowi Soal Politikus Genderuwo, Iwan Fals: Abis Ini Apalagi Ya

Menurut dia, sektor ritel masih prospektif, terutama jika melihat kinerja kuartal III  2018. Kinerja tiga perusahaan lainnya yaitu Matahari Department Store, Mitra Adiperkasa, dan Ramayana masih sesuai konsensus pasar.

Untuk diketahui, Matahari Putra Prima (MPPA) mencatatkan penurunan pendapatan 13,83% year on year menjadi sebesar Rp 8,28 triliun di akhir kuartal III-2018. Kerugiannya menyusut 12% menjadi Rp 335 miliar. Untuk mengatasi masalah ini, manajemen MPPA akan mengganti format gerai dan melakukan reposisi kembali gerai-gerai yang ada.

Mino lebih merekomendasikan MAPI dan RALS dengan target harga berturut-turut Rp 900 dan Rp 1.550 karena kinerja solid dan tren harga masih bullish, serta likuid.

Baca: TERPOPULER- Sebut Maia Estianty Tolak Bangun Rumah Berdempetan di Cisarua, Ahmad Dhani: Menghina Itu

Sementara MPPA dan LPPF, dia melihat tren pergerakan saham bearish. Sedangkan HERO dan RANC kurang likuid dan sideways.

Berita ini sudah tayang di kontan berjudul Sektor ritel digempur e-commerce, saham mana yang masih prospektif?

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved