Breaking News:

PT Dirgantara Indonesia Ekspor CN-235 ke Senegal dan Pantai Gading Senilai 75 Juta Dolar AS

PTDI telah memproduksi 431 unit pesawat berbagai tipe dengan jenis fixed-wing turboprop. Sebanyak 48 unit diantaranya diekspor.

Kompas.com/ Dok KBRI Dakar
Pesawat CN-235 buatan PT DI tiba di Dakar, Senegal, Jumat (6/1/2017). Kedatangan pesawat yang dipiloti Kapten Esther Gayatri Saleh tersebut disambut Dubes RI Dakar Mansyur Pangeran beserta Staf; Jenderal Birame Diop, Chief of Senegalese Air Force / KSAU Senegal beserta jajaranya; Mr Pierre Baudechon, Regional Manager AD Trade Belgium bersama jajarannya; dan perwakilan dari PT DI; serta Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA). 

Laporan Reporter Kontan, Rezha Hadyan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) makin eksis di pasar global dengan mengeskpor pesawat CN-235 ke Pantai Gading dan Senegal di Afrika.

Dikutip dari akun Twitter Kementerian Luar Negeri, @Kemlu_RI, Senin (12/112018), PT DI telah meneken kesepakatan penjualan pesawat tipe CN-235 dengan Senegal dan Pantai Gading senilai US$ 75 juta.

Pesawat CN-235 merupakan pesawat angkut kelas menengah berjenis fixed-wing turboprop.

Pesawat CN-235 ini merupakan buah dari kerjasama antara PT DI (d/h IPTN) dengan CASA Spanyol pada tahun 1979.

Saat ini PTDI telah memproduksi 431 unit pesawat berbagai tipe dengan jenis fixed-wing turboprop. Sebanyak 48 unit diantaranya diekspor ke sejumlah negara.

Baca: Stan Lee, Kreator Komik Spider-Man dan Karakter Marvel Dipanggil Yang Maha Kuasa

Menurut Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri Daniel Tumpal Simanjuntak, ekspor pesawat produksi PT DI kali ini buah dari penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum (IAF) 2018, April lalu di Bali.

"Kami akan terus dorong ke depannya dan melakukan penjajakan," kata Daniel saat dihubungi Kontan.co.id.

Baca: Setiawan Lim, Pengusaha Kafe Pecinta Motor Harley yang tetap Gila Touring di Usia 70 Tahun

IAF 2018 merupakan forum yang secara khusus diinisiasi Kemlu untuk memperkuat diplomasi ekonomi di Afrika sebagai salah satu pasar non tradisional yang potensial.

Pada perhelatan tersebut, Indonesia berhasil mencatat transaksi sebesar US$ 586,56 juta yang diperoleh melalui penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan saat pembukaan IAF 2018.

Selain itu, terdapat pula business announcement yang terjalin senilai US$ 1,3 juta.

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved