Breaking News:

Jokowi Akui Tak Mudah Dongkrak Harga CPO dan Karet

Presiden Joko Widodo mengakui dalam mendongkrak harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dan karet, bukan persoalan yang mudah.

Kementerian Sekretariat Negara RI
Presiden Jokowi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - ‎Presiden Joko Widodo mengakui dalam mendongkrak harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dan karet, bukan persoalan yang mudah.

Menurut Jokowi, persoalan di Sumatera Selatan saat ini ada dua yaitu harga karet dan kelapa sawit yang rendah, sehingga pemerintah berupaya untuk menaikkan harganya meskipun tidak mudah.

"‎Karet dan kelapa sawit merupakan perdagangan internasional, jadi tidak bisa semudah itu (mengatasinya)," ujar Jokowi di PSCC, Palembang, Minggu (25/11/2018).

‎Menurut Jokowi, produksi kelapa sawit dalam negeri dalam satu tahun mencapai 42 juta ton dengan luas 13 juta hektare, sehingga menjadi terbesar di seluruh dunia.

"Ini urusan bisnis, mereka (India) jualan minyak dari bunga matahari, sehingga kita masuk kesana sulit. Tapi saat bertemu dengan PM Tiongkok, saya minta tambahan agar sawit bisa diserap, mereka setujui tambahan 500 ribu ton," papar Jokowi.

Baca: Negara Wajib Bentuk Lingkungan Kerja dan Belajar Aman

Namun, upaya tersebut belum dapat mempengaruhi harga kelapa sawit‎ karena produksi di dalam negeri yang sangat melimpah.

Oleh sebab itu, pemerintah menerapkan kebijakan biodisel 20 persen atau B20 tiga bulan lalu dan akan dirasakan dalam satu tahun ke depan.

"Minyak kelapa sawit ini dipakai campuran solar atau B20, kalau ini berhasil bisa menaikkan ekspor minyak," ucap Jokowi.

‎Sementara untuk karet, kata Jokowi, Kementerian PUPR akan membeli karet langsung dari petani untuk campuran dalam pembangunan jalan atau aspal.

"Sekarang harganya berapa karet Rp 6 ribuan, nanti Pak Menteri PUPR membelinya dengan harga Rp 7.500 sampai Rp 8 ribu untuk campuran aspal," pungkas Jokowi.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved