DPR Ingatkan Restrukturisasi BUMN Jangan Sekadar Kurangi Anak Usaha, Harus Tingkatkan Kinerja
Perampingan dan konsolidasi anak usaha BUMN yang dilakukan pemerintah bersama Danantara tidak boleh fokus pada pengurangan jumlah entitas perus
Ringkasan Berita:
- Program perampingan dan konsolidasi anak usaha BUMN disorot DPR.
- Program yang dilakukan pemerintah bersama Danantara tidak boleh hanya berfokus pada pengurangan jumlah entitas perusahaan.
- Selama ini banyak BUMN memiliki struktur grup usaha yang sangat kompleks dengan jumlah anak perusahaan yang besar.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Paruntu, menegaskan bahwa program perampingan dan konsolidasi anak usaha BUMN yang dilakukan pemerintah bersama Danantara tidak boleh hanya berfokus pada pengurangan jumlah entitas perusahaan.
Menurutnya, restrukturisasi harus mampu menghasilkan peningkatan kinerja, efisiensi, dan daya saing BUMN secara nyata.
Baca juga: Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK Besok, Asuransi BUMN Ini Siapkan Posko Kesehatan
Christiany menilai langkah penyederhanaan struktur korporasi BUMN merupakan kebijakan strategis yang patut didukung karena dapat memperkuat perusahaan negara dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks.
“Penyederhanaan struktur korporasi menjadi bagian penting dari transformasi BUMN agar lebih adaptif menghadapi tantangan bisnis dan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi negara,” kata Christiany kepada wartawan, Minggu (7/6/2026).
Ia menjelaskan, selama ini banyak BUMN memiliki struktur grup usaha yang sangat kompleks dengan jumlah anak perusahaan yang besar.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan tumpang tindih fungsi, meningkatkan biaya operasional, serta mengurangi efektivitas pengambilan keputusan bisnis.
Karena itu, menurutnya, langkah konsolidasi yang telah dilakukan pada sejumlah BUMN di berbagai sektor, seperti perkebunan, semen, dan kepelabuhanan, perlu diapresiasi sebagai upaya membangun organisasi yang lebih ramping, sehat, dan produktif.
“Pengurangan jumlah entitas usaha dapat memberikan dampak positif terhadap efisiensi biaya dan optimalisasi kinerja perusahaan,” ujarnya.
Meski demikian, legislator Partai Golkar itu mengingatkan bahwa tantangan utama justru berada pada tahap pasca-merger.
Baca juga: Beasiswa APERTI BUMN 2026 bagi Siswa SMA/SMK Sederajat, Kesempatan Kuliah Gratis di 6 Kampus BUMN
Dia menilai keberhasilan restrukturisasi tidak cukup diukur dari berkurangnya jumlah anak usaha, melainkan dari kemampuan perusahaan meningkatkan produktivitas dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
“Tahap yang jauh lebih penting adalah memastikan integrasi pasca-merger berjalan efektif, mulai dari harmonisasi budaya kerja, penyelarasan proses bisnis, penguatan tata kelola perusahaan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Menurut Christiany, keberhasilan transformasi BUMN harus tercermin dalam peningkatan produktivitas, profitabilitas, serta kemampuan perusahaan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi negara dan masyarakat.
Sebagai anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Christiany juga menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam proses restrukturisasi yang sedang berjalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TRANSFORMASI-BP-BUMN-Anggota-Komisi-VI-DPR-RI-Christiany-Eugenia-Paruntu.jpg)