Penyelesaian Transaksi T+2 Bakal Untungkan Emiten BEI

Bursa Efek Indonesia hari ini mulai mengimplementasikan siklus penyelesaian transaksi bursa dari yang sebelumnya tiga hari menjadi dua hari

Penyelesaian Transaksi T+2 Bakal Untungkan Emiten BEI
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Karyawan beraktivitas di dekat tayangan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia hari ini mulai mengimplementasikan siklus penyelesaian transaksi bursa dari yang sebelumnya tiga hari menjadi dua hari (T+2).

Penyelesaian transaksi T+2 merupakan penyelesaian penyerahan efek oleh pihak penjual dan penyerahan dana oleh pihak pembeli, di mana dilakukan pada hari bursa ke-2 setelah terjadinya transaksi.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan, dengan penerapan siklus T+2 tersebut akan menguntungkan perusahaan tercatat di BEI, sebab, sistem penyelesaian transaksi saham jadi lebih cepat, sehingga mendorong likudiitas pasar.

“Kalau barang atau investasi kita likuid, semakin lebih mudah memonetisasi, membuat instrumen atau barang yang kita miliki untuk bisa dijadikan uang,” kata Nyoman, Senin (26/11/2018) di Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta.

Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan, kepada Tribunnews.com mengatakan, penerapan transaksi T+2 akan akan membuat transaksi semakin likuid, sehingga diharapkan bisa meningkatkan rata-rata nilai transaksi harian BEI.

“Goal-nya transaksi makin meningkat karena pasar selama ini semakin nyaman ketika dananya lebih cepat ke rekening, makin cepat transaksinya semakin bagus,” kata Alfred, Rabu (21/11/2018).

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Laksono Widodo menilai penerapan transaksi T+2 telah dipraktikkan di berbagai bursa saham global seperti di Amerika Serikat Kanada, Jepang, hingga Arab Saudi.

“Penerapan transaksi T+2 best practice di dunia, karena lebih efisien, transaksinya bisa lebih cepat,” ungkap Laksono, pekan lalu.

Dari sisi proses penyelesaian transaksi, dengan transaksi T+2, nantinya juga akan menurunkan biaya penyelesaian transaksi. Selain itu, perputaran dana juga lebih cepat, sehingga likuditas di pasar akan lebih tinggi.

"Harapannya, sistem ini positif terhadap likuiditas pasar,” ujarnya.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved