Breaking News:

BNI Nikmati Pertumbuhan Pesat Transaksi Via E-Channel Sepanjang 2018

"Transaksi melalui e-channel saat ini sudah mencapai sekitar 92 persen dari total transaksi yang terjadi di BNI," ungkap Tambok.

TRIBUN/HO
Direktur Bisnis Ritel BNI Tambok P Setyawati (kanan), Direktur Utama BNI Life Shadiq Akasya (tengah), dan Direktur BNI Asset Management Donny Susatio Adjie (kiri) berbincang dalam acara FinExpo Sundown Run 2018 yang digelar di Jakarta, Sabtu (27/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Layanan perbankan berbasis elektronik makin diminati masyarakat. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat, penggunaan berbagai kanal elektronik (e-channel) yang dimilikinya tumbuh signifikan sepanjang 2018.

"Transaksi melalui e-channel saat ini sudah mencapai sekitar 92 persen dari total transaksi yang terjadi di BNI," ungkap Direktur Retail Banking BNI Tambok P Setyawati di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Tambok menyebutkan, peningkatan transaksi paling banyak terjadi pada kanal mobile banking. Sepanjang 2018 transaksi ini naik 3 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu dari 32 juta transaksi di 2017 menjadi 97 juta transaksi pada 2018.

Nilai transaksi juga melonjak 168 persen, dari Rp 50 triliun pada 2017 menjadi Rp 133 triliun pada 2018.

Di layanan SMS Banking, juga tumbuh dari 389 juta transaksi pada 2017 menjadi 504 juta transaksi selama tahun 2018, atau tumbuh 30 persen dengan nilai transaksi yang juga tumbuh 29 persen dari Rp 40 triliun di 2017 menjadi Rp 51 triliun pada akhir tahun 2018.

Baca: Twizy, Si Bajaj Mewah Bertenaga Listrik dari Renault

Jumlah pemakai SMS Banking BNI juga tumbuh 16 persen dari 9 juta di 2017 menjadi 10 juta pada akhir tahun 2018.

Mesin EDC

Pertumbuhan signifikan juga terlihat pada layanan Electronic Data Capture (EDC). Jumlah transaksi EDC meningkat 21 persen dari 34 juta transaksi tahun lalu menjadi 41 juta transaksi pada 2018.

Kenaikan transaksi tersebut diikuti pertumbuhan nilai transaksi 18 persen dari Rp 47 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp 55 triliun pada tahun 2018.

Baca: Di Bawah Bendera Baru, Renault Siapkan MPV Pesaing Xpander dan Avanza dengan Harga Kompetitif

Untuk layanan  BNI Tap Cash, jumlah transaksi kartu tumbuh dari 23 juta transaksi pada akhir tahun 2017 menjadi 51 juta transaksi atau naik 119 persen per akhir 2018.

Sementara, nilai transaksi juga tumbuh dari Rp 158 miliar pada akhir 2017 menjadi Rp 807 miliar pada akhir 2018.

UnikQu

Pertumbuhan jumlah transaksi juga terjadi pada uang elektronik berbasis aplikasi BNI yaitu UnikQu. Transaksinya  meningkat dari sekitar 45.000 pada 2017 menjadi 254.000 pada akhir 2018 atau tumbuh 456 persen, dimana nominal tranksasinya pun meningkat 295 persen.

"Kami terus menghimpun fee based income secara maksimal tahun ini yang berasal dari transaksi e-channel. Upaya yang kami lakukan antara lain adalah mengembangkan kerja sama B2B dan juga meningkatkan transaksi dari nasabah existing,” ungkap Tambok.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved