Gencarnya Perjanjian Internasional Dongkrak Neraca Perdagangan
Faktor perekomian global yang tengah melambat karena momok perang dagang diakui menyulitkan langkah ekspor.
Di samping itu, harga beberapa komoditas utama ekspor Indonesia, seperti minyak ketel, bijih tembaga, dan minyak kelapa sawit, juga mengalami penurunan.
“Upaya menggenjot ekspor akan menghadapi tantangan luar biasa karena banyak negara tujuan ekspor utama mengalami perlambatan ekonomi,” terang Suhariyanto, Senin (24/6).
Karena itu, neraca dagang sepanjang Januari-Mei 2019 masih mencatatkan defisit sebesar US$2,14 miliar. Defisit itu terutama disebabkan oleh defisit migas sebesar US$3,74 miliar. Sementara nonmigas masih mencatatkan surp;is US$1,6 miliar.
Namun, defisit neraca dagang itu lebih baik daripada defisit neraca dagang periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$2,86 miliar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/penerapan-sistem-psf-pelabuhan-tanjung-priok_20181107_190613.jpg)