Bekerja Sama dengan PP Energi, ITDC NU Kembangkan Konversi Sampah Pariwisata Jadi Listrik

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PP Energi Ario Setiawan dan Direktur ITDC NU Mokhamad Rofik Anwar.

Bekerja Sama dengan PP Energi, ITDC NU Kembangkan Konversi Sampah Pariwisata Jadi Listrik
Istimewa
PT PP Energi (PP Energi), anak usaha PT PP Tbk (persero), dan PT ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU), anak usaha Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), sepakat menjalin kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) terkait pengembangan teknologi konversi sampah daerah pariwisata menjadi listrik. 

TRIBUNNEWS.COM - PT PP Energi (PP Energi), anak usaha PT PP Tbk (persero), dan PT ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU), anak usaha Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), sepakat menjalin kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) terkait pengembangan teknologi konversi sampah daerah pariwisata menjadi listrik.

Pelaksanaan penandatanganan MoU dilakukan hari ini di Kantor ITDC (Menara BCA), Rabu (17/7). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PP Energi Ario Setiawan dan Direktur ITDC NU Mokhamad Rofik Anwar. 

Melalui MoU ini, PP Energi akan membangun Intermediate Treatment Facility(ITF) yang akan menyerap sampah di kawasan pariwisata The Nusa Dua dan mengonversi sampah tersebut menjadi listrik dan energi panas untuk pengolahan air bersih.

Menurut Ario, konsep ini akan menaikkan branding The Nusa Dua sebagai Sustainable Development dengan Zero-Waste Tourism Impact, serta akan menjadi konsep pengolahan sampah yang berkelanjutan yang tentunya akan menjadi template pengembangan ITDC di kawasan lainnya.

Baca: Laporkan Pelaku Penganiayaan, Hakim HS: Ini Masuk Kategori Menghina Peradilan

Baca: Pengakuan Hakim HS Korban Penganiayaan Kuasa Hukum Saat Pimpin Sidang di PN Jakarta Pusat

Baca: Tiga Tahun Komplotan Ini Lakukan Penipuan Transaksi Fiktif di 1.700 Akun

Mempunyai visi yang sama dengan ITDC, PP Energi dan ITDC NU akan segera memulai studi kelayakan di Kawasan The Nusa Dua, berkoordinasi dengan pihak terkait, dan diharapkan akan segera dapat melakukan perjanjian kerja sama terkait pengoperasian dan jual-beli listrik dan air minum di kawasan tersebut.

“Diharapkan proyek ini dapat segera beroperasi pada pertengahan 2020,” ujar Ario melalui keterangan persnya yang diterima Kamis (18/7).

Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang akan dikembangkan pada tahap awal adalah sebesar 400 KW, yang akan menyerap sampah baru dan sampah eksisting ITDC dengan target serapan 10 Ton sampah per hari.

Untuk memaksimalkan efisiensi dan menekan biaya investasi, teknologi gasifikasi akan diaplikasikan pada proyek ini, mengingat karakteristiknya yang tanpa emisi dan by-product berbahaya, sistem yang efisien, serta fleksibilitas pemanfaatan energi thermal dan listrik.

Kerja sama ini akan menjadi showcase dan solusi dalam menyambut peluang yang ditawarkan oleh Presiden Joko Widodo terkait sistem pengolahan sampah berkelanjutan yang dapat direplikasi pada berbagai kawasan lain di Indonesia.

Selain itu, PP dan ITDC, melalui PP Energi dan ITDC NU, juga mengedepankan sinergi BUMN dalam pengembangan infrastruktur energi di Indonesia yang akan membawa manfaat signifikan pada kualitas hidup di Indonesia melalui penyerapan sampah kawasan pariwisata secara masif untuk menghasilkan produk unggulan berupa listrik dan desalinasi air minum.

Berita ini sudah tayang di Kontan dengan judul: Gandeng PP Energi, ITDC NU konversi sampah daerah pariwisata jadi listrik

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved