Karya Anak Bangsa

Berikut Rahasia Karya Anak Bangsa untuk Sukes di Startup

Di masa sekarang, fenomena berdiri dan berkembangnya startup bisa dikatakan hampir cukup baik. Selain itu, fenomena tersebut rasanya harus disambut po

BizzInsight
Berikut Rahasia Karya Anak Bangsa untuk Sukes di Startup
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM - Di masa sekarang, fenomena berdiri dan berkembangnya startup bisa dikatakan hampir cukup baik. Selain itu, fenomena tersebut rasanya harus disambut positif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bahkan berkat kemunculannya, banyak masyarakat usia produktif yang terserap untuk berkarir di startup.  

Menariknya, berdasarkan Mapping & Database Startup Indonesia 2018 yang dirilis oleh Bekraf, menyatakan pada 2013 sampai 2018 merupakan periode tertinggi dan terbanyak dari berdirinya startup di Indonesia. Bahkan di periode tersebut terdapat 604 startup yang berdiri dengan menyumbang angka presentase 60,89%.

Sementara itu sisanya 3,53% berdiri sebelum 2007, 17,34% periode 2007-2012, dan 18,25% tahun berdirinya tidak diketahui.

Bahkan banyak startup Indonesia yang perkembangannya sangat signifikan dan tergolong sukses. Salah satu startup karya anak bangsa yang sukses, yaitu Gojek.

Berdiri pada 2010 yang didirikan oleh Nadiem Makarim, Gojek sukses hadir menjadi startup yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Bahkan sekitar April 2019, perusahaan yang terkenal dengan layanan Go-Ride dan Go-Food mendapat status decacorn. Menariknya hanya Gojek yang baru menyandang status decacorn di Indonesia.

Kesuksesan saat ini, tidak terlepas dari dukungan dan kontribusi yang sangat berarti dari mitra driver Gojek.

“Dulu kami hanya mengandalkan call center. Kemudian teknologi kian canggih hingga memiliki aplikasi hingga kini kita punya tiga superapp yang di antaranya aplikasi mitra driver,” ujar Chief Operation Officer Gojek, Hans Putowo, Sabtu (27/7) lalu.

Melihat tingginya kontribusi yang dilakukan oleh mitra driver, Gojek mengadakan Festival Apresiasi Mitra.

Di festival tersebut, diadakan pendistribusian atribut baru, pentas seni, dan seremonial pelepasan 10 mitra driver Jabodetabek yang bertujuan untuk menyebarkan semangat baru melalui atribut baru dari Sabang sampai Marauke.

Pendistribusian atribut baru berupa jaket merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Karena jaket merupakan komponen utama bagi keseharian mitra driver.

Agar lebih bernuansa kekeluargaan, startup decacorn tersebut merangkul mitranya agar bersama-sama mendesain jaket terbarunya.

“Bahkan dalam proses desain jaket, kami melibatkan mitra driver melalui serangkauian survey dan kelompok diskusi terarah (FGD),” ujar Senior Manager Corporate Affairs Gojek, Alvita Chen ke Tribunnews.com.

Berkat buah pikiran dari mitra driver dan perusahaan, memunculkan 2 tipe jaket, yaitu jaket Garuda dan jaket Garuda Super.

Kedua tipe tersebut, ternyata memiliki keunggulan dan manfaat yang berbeda. Untuk jaket Garuda dibuat dari bahan berkualitas, memiliki kantong sesuai kebutuhan, serta garis reflektif untuk keamanan berkendara.

Sementara itu untuk tipe jaket Garuda Super memiliki fitur yang lebih banyak. Di jaket tersebut juga mengandung bahan anti air, dilengkapi dengan resleting ventilasi udara, penutup kepala, dan memiliki lebih banyak kantong. 

Selain memperkenalkan atribut baru, di acara tersebut juga digunakan untuk wadah apresiasi mitra driver pilihan dan inspiratif.

Syamsul Anwar, satu dari belasan ribu mitra Gojek yang menerima jaket baru Garuda Super   di Buperta, Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (27/7/2019). Tribunnews.com/Reynas Abdila
Syamsul Anwar, satu dari belasan ribu mitra Gojek yang menerima jaket baru Garuda Super di Buperta, Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (27/7/2019). (Tribunnews.com/Reynas Abdila)

Salah satu mitra inspiratif yang berkesempatan kali ini adalah, Syamsul Anwar. Di acara tersebut, perusahaan Karya Anak Bangsa melalui program Gojek Swadaya memberikan Syamsul fasilitas umrah atau KPR.

“Saya tidak menyangka kalau niat baik saya jadi seperti sekarang. Sampai kemudian Gojek hubungi saya bahwa apa yang saya lakukan viral,” ujar Syamsul di Festival Apresiasi Mitra, Cibubur, Jakarta, Sabtu (27/7).

Sedikit ke belakang, kisah inspiratif terpancar ketika Syamsul memberikan jaket pribadinya ke anak kecil (tuna wisma) tanpa busana di perempatan melawai Jakarta Selatan. Aksi terpuji Syamsul lalu viral di Twitter dan banyak mendapatkan pujian dari warga internet.

“Benar-benar niat saya murni untuk membantu anak tersebut. Saya melihatnya kasihan, karena terbayang anak di rumah, secara spontan saya langsung pakaikan dia jaket cadangan supaya dia tidak masuk angin,” ujar Syamsul.

Melihat sikap terpuji tersebut, perusahaan Karya Anak Bangsa turut bangga dengan hal itu. Perusahaan juga berharap agar mitra driver terus memberikan aksi terpuji dan menghadirkan kisah-kisah inspiratif lainnya.

“Sikap terpuji ini mewakili sikap segenap mitra driver, kami harap akan semakin banyak citra positif yang kami dengar dari masyarakat Indonesia tentang kisah inspiratif mitra driver,” tutup Alvita.

Penulis: Dea Duta Aulia

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved