Terkendala Masalah Teknis, Revitalisasi Terminal Baranangsiang Tak Bisa Pakai APBN

Dalam perjanjian kerja sama tersebut, dia menjelaskan perjanjian tidak berakhir meski terjadi pengalihan aset akibat amanat perundang-undangan.

Terkendala Masalah Teknis, Revitalisasi Terminal Baranangsiang Tak Bisa Pakai APBN
Ria Anatasia
Kepala BPTJ Bambang Prihartono. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengatakan, pembenahan Terminal Baranangsiang di Bogor, Jawa Barat masih terdekendala masalah teknis sehingga tak dapat memanfaatkan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Kepala BPTJ Bambang Prihartono menjelaskan, pembenahan secara fisik Terminal Baranangsiang tidak bisa menggunakan APBN lantaran Pemerintah Kota Bogor telah melaksanakan kerja sama pengembangan terminal dengan pola Bangun Guna Serah dengan PT Pancakarya Grahatama Indonesia (PGI). 

Dalam perjanjian kerja sama tersebut, dia menjelaskan perjanjian tidak berakhir meski terjadi pengalihan aset akibat amanat perundang-undangan. 

Perjanjian kerja sama yang diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta pengembangan sektor perekonomian tetap berlanjut oleh para penggantinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Baca: Anies Baswedan Jelaskan Kenapa MRT Berhenti saat Listrik Padam

Baca: Baru Kena Hukuman Conmebol, Kini Lionel Messi Cedera Betis, Absen di Tur Pramusim Barcelona

Baca: Polisi Bilang Listrik Padam Akibat Pohon, PLN Sebut Kemungkinan Faktor Gangguan Alam

Dengan kondisi itu, hal-hal yang menjadi hak dan kewajiban Pemkot Bogor terhadap Terminal Baranangsiang pun  beralih menjadi hak dan kewajiban Pemerintah Pusat melalui BPTJ

Pengalihan kewenangan itu mengacu Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah denngan ditegaskan pengalihan kewenangan pengelolaan Terminal Baranangsiang dari Pemerintah Kota Bogor kepada BPTJ sebagai kepanjangan tangan dari Pemerintah Pusat sejak 12 Februari 2018. 

Sejak ditandatanganinya perjanjian kerja sama hingga pengalihan kewenangan kepada BPTJ sampai kini, pembangunan terminal beserta sarana dan prasarana penunjang Terminal Baranangsiang oleh PT PGI belum dapat dilaksanakan. 

“Dukungan dari Pemerintah Daerah serta seluruh elemen masyarakat Bogor dalam pembenahan Terminal Baranangsiang sangat dibutuhkan, sehingga pengaturan secara teknis terkait pelaksanaan pekerjaan pembangunan bisa segera dilaksanakan,” kata Bambang dalam keterangannya, Senin (5/8/2019).

Nantinya, Bambang mengatakan fungsi utama Baranangsiang sebagai Terminal tidak akan berubah saat berjalannya proses pengembangan dan pembangunan. 

Halaman
12
Penulis: Ria anatasia
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved