Faisal Basri Sebut Indonesia Peringkat 3 Negara Paling Menarik untuk Investor Asing

Faisal Basri minta Jokowi tidak memaksakan semua pelaku usaha terutama BUMN untuk berinventasi tanpa perhitungan yang jelas.

Faisal Basri Sebut Indonesia Peringkat 3 Negara Paling Menarik untuk Investor Asing
Ria Anatasia
Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri dalam acara diskusi di Jakarta, Rabu (14/8/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri kembali menyoroti pidato 'Visi Indonesia' oleh Presiden Joko Widodo mengenai kinerja investasi di tanah air.

Jokowi sempat mengatakan akan fokus menggenjot investasi, bahkan "menghajar" pihak-pihak yang memperlambat investasi di Indonesia.

Menurut Faisal, kinerja investasi sudah sangat baik.

Dia menyarankan Jokowi tidak memaksakan semua pelaku usaha terutama Badan Usaha Milik Negara untuk berinventasi tanpa perhitungan yang jelas.

"Seolah-olah investasi enggak nendang, bermasalah, ini sangat tidak benar. Saya heran kenapa pak Jokowi bilang itu. Investasi di kita baik-baik saja tidak jelek. It is okay dibanding negara lain," ujarnya dalam acara diskusi di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Ekonom INDEF Faisal Basri
Ekonom INDEF Faisal Basri (TRIBUNNEWS/SYAHRIZAL SIDIK)

"Indonesia investasinya 32,3 persen (dari PDB). Kita above average, di era Jokowi naiknya sudah poll tak bisa dipaksa macam F1 kebakaran nanti mobilnya," ucap dia.

Faisal juga menilai investasi asing yang masuk ke Indonesia cukup menjanjikan.

Dia membantah pernyataan Kepala BKPM Thomas Lembong bahwa Indonesia peringkat ketiga paling tertutup untuk investasi asing.

Kepala BKPM Thomas Lembong
Kepala BKPM Thomas Lembong (TRIBUNNEWS/REYNAS)

Menurutnya, pada 2018 Indonesia masuk peringkat ke 16 di dunia sebagai penerima investasi asing, naik dua peringkat dari tahun sebelumnya.

"Investasi asing dibilang lambat, padahal nomor 3 paling atraktif di Asia, 48,1 persen investor mau tempatkan investasi di RI. 31 persen akan tetap di Indonesia tapi tak nambah investasi. Kita cuma kalah dari China dan India," jelas Faisal.

Halaman
12
Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved