Bappenas: Praktik Bisnis Startup Sesuai Arah Kebijakan dan Strategi Ekonomi Digital
Menurut Teguh, yang dilakukan Gojek memberdayakan SDM sebagai modal utama untuk menuju pembangunan ekonomi digital yang inklusif dan merata
Penulis:
Reynas Abdila
Editor:
Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Lenardo Teguh Sambodo, mengatakan praktik bisnis startup sesuai dengan arah kebijakan dan strategi mengenai ekonomi digital.
Teguh menyebut kinerja perusahaan rintisan sejalan dengan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yakni mewujudkan masyakarat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur.
Tidak hanya fokus membesarkan perusahan tetapi startup membentuk ekosistem di lingkup besar.
"Percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing," papar Teguh di bincang media bertajuk Pertumbuhan Ekonomi Digital yang Berkualitas di Le Meridien, Jakarta, Kamis (15/8/2019).
Startup lokal yang dapat dijadikan contoh ialah Gojek, aplikasi on-demand services bertitel decacorn ini sudah menjelma menjadi ekosistem global.
Menurut Teguh, yang dilakukan Gojek memberdayakan SDM sebagai modal utama untuk menuju pembangunan ekonomi digital yang inklusif dan merata di seluruh wilayah.
"Kehadiran Gojek dan startup lainnya menjadi faktor penting tumbuhnya ekonomi digital, namun perlu diimbangi dengan pendidikan serta pelatihan supaya SDM di industri ekonomi digital memiliki daya saing tinggi," tukas dia.
Selain Gojek, ada beberapa startup Indonesia bertitel unicorn yang juga membawa dampak pada pertumbuhan ekonomi digital.
Secara berurutan ialah Bukalapak, Blibli, Traveloka, Zalora Indonesia, Zenius Education, Blanja, Alodokter, Ruangguru, Dokter Sehat, dan Elevenia.