Eksklusif Tribunnews

Pengolahan Baterai Jadi Kunci

"Untuk menyempurnakan apa yang telah dilakukan orang lain. Jadi, terhindar dari masalah gugatan hukum, serta tidak terjadi tumpang-tindih

Pengolahan Baterai Jadi Kunci
TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN
Baterai lithium-ion di skuter listrik Yamaha e-Vino. Yamaha Indonesia resmi melakukan tes pasar (market trial) atas skuter listriknya, Yamaha e-Vino, di Indonesia. Tes pasar ini dilakukan Yamaha bekerja sama dengan empat institusi dan diumumkan di Jakarta, Rabu (1/11/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Di satu sisi penerapan kendaraan listrik sebagai transportasi jalan di Indonesia bisa mengurangi polusi udara. Namun demikian, limbah baterai dari kendaraan listrik bisa menjadi suatu permasalahan baru.

Untuk mengatasi kemungkinan tersebut, pemerintah sedang melakukan penelitian terkait daur ulang limbah baterai ion lithium yang digunakan oleh kendaraan listrik.

Baca: Daftar 100 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Terbaik di Indonesia Tahun 2019

Balai Besar dan Barang Teknik (B4T) Bandung adalah lembaga yang sedang melakukan kajian tersebut. B4T adalah unit kerja yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian.

Kepala BPPI Kementerian Perindustrian Ngakan Timur Antara menuturkan hasil dari penelitian itu diharapkan mampu mengatasi permasalahan lingkungan akibat baterai kendaraan listrik di masa depan. Menurut Ngakan dalam pengembangan kendaraan listrik, 60 persen kuncinya ada pada pengolahan baterai.

Baterai bisa menjadi limbah berbahaya untuk lingkungan karena pembuangan baterai mesti diolah secara saksama. Baterai kendaraan listrik bisa didaur ulang, namun memerlukan prosedur yang baik supaya kandungan metal di dalamnya tidak sampai mengontaminasi tanah dan air.

"Penelitian ini dimaksudkan untuk menstimulus pengembangan produksi kendaraan listrik di Indonesia," ujar Ngakan beberapa waktu lalu.

Baca: Jakarta Sambut Kendaraan Listrik

Era mobil bertenaga listrik telah dimulai dengan meluncurnya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

Ngakan mengatakan Kementerian Perindustrian juga mendorong kalangan peneliti yang mengembangkan hal pendukung kendaraan listrik untuk memahami mengenai paten.

"Kemenperin sedang mengarahkan pemanfaatan patent mapping buat pelaku industri manufaktur dalam negeri, termasuk kendaraan listrik," imbuh Ngakan.

Patent mapping merupakan metode identifikasi pengembangan teknologi melalui akses ke database paten yang dimiliki negara anggota World Intellectual Property Organization (WIPO). Pemanfaatan patent mapping ini, kata Ngakan, satu di antaranya untuk pemetaan teknologi daur ulang baterai di berbagai negara.

Halaman
12
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved