Sore Ini IHSG Gosong Karena Imbas Perang Dagang

Pada perdagangan besok, sentimen perang dagang masih akan menjadi sentimen yang mendominasi pergerakan IHSG.

Sore Ini IHSG Gosong Karena Imbas Perang Dagang
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Karyawan beraktivitas di dekat tayangan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/7/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Indeks Hargaa Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di perdagangan awal minggu ini. Dibandingkan perdagangan Jumat lalu, IHSG  melemah 0,66% sebesar 41,09 point ke level 6.214,51 dengan nilai penjualan bersih asing Rp 904,49 miliar pada Senin (26/8/2019).

Analis Indo Premier Sekuritas Mino dan Kepala Riset Infovesta Wawan Hendrayana sama-sama melihat IHSG dipengaruhi oleh sentimen perang dagang yang kembali memanas pasca-pembalasan China atas kebijakan AS terkait tarif tambahan barang-barang China yang sebelumnya dilakukan oleh Trump.

Menurut Mino saat ini Donald Trump berencana akan menaikkan tarif impor dari China dan menyarankan perusahaan Amerika Serikat (AS) yang berproduksi di China mencari negara alternatif.

China mengeluarkan pengumuman akan mengenakan tarif impor tambahan baru atas US$ 75 miliar produk AS dengan kisaran tarif 5%-10%.

Pada perdagangan besok, sentimen perang dagang masih akan menjadi sentimen yang mendominasi pergerakan IHSG. 

Baca: Kurs Rupiah Kembali Ditutup Melemah Sore Tadi

Wawan memaparkan, dari sisi domestik belum ada katalis yang dapat menggerakkan bursa. Saat ini menurut Wawan, investor sedang menunggu rilisnya data makro yang baru akan rilis akhir bulan nanti.

Di sisi lain, Mino menyampaikan dampak penurunan kembali suku bunga tidak berhasil mendongkrak pergerakan IHSG. Hal ini dibuktikan oleh sektor perbankan yang menjadi salah satu sektor yang paling banyak dijual oleh asing pada perdagangan hari ini.

Baca: Inilah Lima Kelebihan Samboja, Kecamatan di Kukar yang Akan Jadi Ibu Kota Baru RI

Esok, Mino memproyeksikan IHSG masih akan melanjutkan koreksi dengan support di level 6.170 dan resistance 6.255.

Sementara Wawan melihat pada perdagangan esok hari IHSG terdapat potensi untuk mengalami rebound dengan kisaran 6.200–6.250.

Untuk saham yang layak diakumulasikan esok, Mino merekomendasikan ISAT, MAPI, GIAA, AKRA, sementara Wawan merekomendasikan untuk mengakumulasikan saham-saham di sektor consumer goods seperti HMSP dan aneka industri seperti ASII.

Reporter: Irene Sugiharti 
Artikel ini tayang di Kontan dengan judul Perang dagang yang makin panas bikin IHSG kebakaran

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved