Angka Kepesertaan Masih Rendah, BPK Audit BPJS Ketenagakerjaan

Harry Azhar Azis mengatakan fokus pemeriksaan BPK kali ini adalah meningkatkan kepesertaan BPJSTK yang saat ini terbilang sangat minim.

Angka Kepesertaan Masih Rendah, BPK Audit BPJS Ketenagakerjaan
TRIBUNNEWS/REYNAS
Anggota VI BPK, Harry Azhar Azis 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melakukan pemeriksaan kinerja pendahuluan dalam rangka audit kinerja (AK) pada BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) di kantor pusat BPJSTK, Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Anggota VI BPK, Harry Azhar Azis mengatakan fokus pemeriksaan BPK kali ini adalah meningkatkan kepesertaan BPJSTK yang saat ini terbilang sangat minim.

Dia mengatakan, berdasarkan data BPS per Februari 2019 jumlah tenaga kerja di Indonesia mencapai 129.366.192 orang.

Rinciannya, tenaga kerja fomal sebesar 55.272.968 orang dan tenaga kerja informal sebesar 74.093.224.

“Jadi fokus kami ke kepesertaan. Yang formal kepesertaan BPJSTK itu sekarang 48,6 juta jadi ada perbedaan sekitar 7 juta. Di Kemenaker ada sekitar 11 juta sedangkan data dari kabupaten/kota ada 9,9 juta ada 7 provinsi belum masuk. Memang di sini ada perbedaan angka,” ujar Harry.

Harry menjelaskan, BPK saat ini terus mendorong implementasi Pasal 28 H Ayat 3 UUD 1945 bahwa setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermanfaat.

“Maka mau kami sebenarnya seluruh tenaga kerja harus mendapat jaminan sosial untuk menjaga martabat kemanusian,” paparnya.

Sementara data Badan Pusat Statisik (BPS) 2016 sekitar 26,1 juta perusahaan belum menjadi peserta BPJSTK, baik itu usaha mikro kecil (UMK) dan usaha menengah besar (UMB).

Berdasarkan data BPJSTK, jumlah perusahaan yang terdaftar kepersertaan hanya 610.039 unit usaha di 2019.

Baca: Pemprov Jabar Juga Ingin Pindahkan Ibu Kota Provinsi dari Bandung, Begini Alasan Ridwan Kamil

Halaman
12
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved