Pemerintah Nilai Aplikasi Layanan Pesan-antar Makanan Dorong Transformasi Ekonomi

Mohammad Rudy Salahuddin menilai aplikasi layanan pesan-antar makanan di Indonesia patut diapresiasi.

Pemerintah Nilai Aplikasi Layanan Pesan-antar Makanan Dorong Transformasi Ekonomi
TRIBUNNEWS.COM/REYNAS
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Mohammad Rudy Salahuddin. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Mohammad Rudy Salahuddin menilai aplikasi layanan pesan-antar makanan di Indonesia patut diapresiasi.

Menurutnya, saat ini ada dua pemain yang mendominasi pangsa pasar yakni GoFood dan GrabFood yang mendorong transformasi digitalisasi ekonomi.

“Pemerintah berada di posisi mendukung platform revolusi pola konsumsi di sektor makanan-minuman di Indonesia, baik di sisi konsumen maupun UMKM, serta menjadi penggerak peningkatan konsumsi rumah tangga dalam sektor makan-minum,” urai Rudy di Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Tak hanya digandrungi di perkotaan, aplikasi layanan pesan-antar juga mendorong perekonomian di pedesaan.

Baca: Praktis sampai Promo Berlimpah Jadi Alasan Konsumen Sukai GoFood

“Kalau dulu orang identik pindah dari desa ke kota untuk bisa melakukan transalsi jual beli. Saat ini tidak lagi karen ada aplikasi mendukung itu,” paparnya.

Badan Pusat Statistik menyatakan kehadiran layanan pesan-antar makanan turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 ke 5,17 persen dari 5,07 persen di tahun 2017.

Pemerintah berharap tumbuhnya industri layanan pesan-antar makanan bisa memberikan ruang inovasi baru bagi pengusaha UMKM di seluruh Indonesia untuk naik kelas dan meningkatkan kapasitas usahanya.

“Kami di pemerintahan akan terus mendorong realisasi program-program prioritas yang berpihak pada UMKM dan pengembangan sektor ekonomi digital, sehingga lebih banyak UMKM kuliner yang bisa tumbuh bersama platform digital,” ujar Rudy.

Ia juga menghimbau para pelaku bisnis kuliner untuk tetap menjalankan bisnis ramah lingkungan dengan mengurangi plastik sekali pakai.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved