Lima Tahun Lagi, Bank Indonesia Optimsitis Separuh Ekonomi Indonesia Masuk Kategori Halal

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Suhaedi mengatakan, tetap ada kemungkinan perkembangan ekonomi syariah bisa lebih besar

Lima Tahun Lagi, Bank Indonesia Optimsitis Separuh Ekonomi Indonesia Masuk Kategori Halal
Tribun Timur/Muhammad Abdiwan
Sejumlah seniman beradu skil menggambar kaligrafi rangkaian Pekan Ekonomi Syariah 2018 di Mal Ratu Indah, Minggu (16/9). Kegiatan yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Sulsel ini digunakan sebagai momentum mengedukasi masyarakat tentang ekonomi syariah. (Tribun Timur/Muhammad Abdiwan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, minimal separuh dari perekonomian Indonesia akan masuk kategori syariah atau halal lima tahun lagi.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Suhaedi mengatakan, tetap ada kemungkinan perkembangan ekonomi syariah bisa lebih besar dari 50 persen.

"Bank Indonesia punya visi dalam lima tahun kedepan. Ekonomi syariah minimal capai 50 persen dari produk domestik bruto (PDB) meski kita yakin bisa lebih besar dari itu," ujarnya di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Selain itu, Suhaedi menjelaskan, pembiayaan berbasis syariah juga akan terus meningkat melalui kebijakan yang dilakukan semua pihak.

"Lebih kaffah (keseluruhan) kalau pembiayaannya juga yang syariah bisa 50 persen. Ini dengan asumsi ada kemajuan dan semangat semua pihak, tidak hanya Bank Indonesia," katanya.

Baca: Festival Ekonomi Syariah Berskala Global Hadir di Jakarta Bulan Depan

Sementara, BI bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sedang melakukan kajian terkait pemilihan komponen yang masuk kategori halal.

Menurut Suhaedi, pada tiap sektor ekonomi yang didalamnya ada industri sedang dilakukan kajian secara detil, lalu dikompilasi mana yang termasuk kategori halal.

"Masih harus didiskusikan lagi, sehingga dalam jangka waktu kedepannya kita punya statistik mana saja sektor yang halal dan belum halal. Jadi, dari total nasional ada PDB dan sektornya bisa dipilah," tuturnya.

Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved