Mayoritas Saham Dimiliki Pertamina, TPPI Jadi BUMN Dua Pekan Lagi
PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) segera diputuskan untuk menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dua pekan lagi.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) segera diputuskan untuk menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dua pekan lagi.
"Dua pekan lagi diumumkan," ujar Menteri BUMN Erick Thohir usai Rapat Koordinasi Pembahasan tentang Optimalisasi Pengembangan TPPI di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/11/2019).
Baca: Mantan Dirut PLN Sofyan Basir Bebas, Jaksa KPK: Secara Psikologis, Kami Kaget dengan Putusan Ini
Baca: Terbukti Tak Bersalah dan Divonis Bebas, Sofyan Basir Jadi Dirut PLN Lagi?
Baca: Erick Thohir Undur Diri dari Manajemen Persib
Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, mayoritas saham TPPI sudah dimiliki oleh PT Pertamina (Persero).
"Saham terbesarnya sudah Pertamina. Jadi, proyeksinya seperti apa, nanti kita lihat," katanya.
Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk mengambilalih pengelolaan kilang TPPI. Pengelolaan kilang TPPI akan dilakukan oleh PT Pertamina yang akan menguasai 51 persen saham PT Tuban Petrochemical Industries (TPI), induk usaha TPPI.
Tahap awal, Pertamina menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan.
Kemudian, pemerintah telah resmi melakukan konversi utang Tuban Petrochemicals Industries. Konversi utang dilakukan melalui penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 2,62 triliun atau setara dengan 157.906 saham perusahaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/menteri-bumn-erick-thohir-usai-rapat-koordinasi.jpg)