Jokowi Sebut Bunga KUR 6 Persen Masih Tinggi

penyaluran KUR ke depan perlu difokuskan kepada UMKM yang bidang usahanya memproduksi suatu barang, bukan kepada sektor perdagangan.

Jokowi Sebut Bunga KUR 6 Persen Masih Tinggi
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ilustrasi: Hamid Arif (34), pemilik Warung Manis melayani pengunjung yang membeli buket dan parsel mini pada acara bazaar Gebyar UMKM Sahabat Pajak di Auditorium Gedung Keuangan Negara Bandung, Kantor Kanwil DJB Jawa Barat 1, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (2/7/2019). Buket dan parsel mini ini mengemas makanan ringan berupa coklat, permen, atau wafer dengan pernak-pernik bunga plastik, pita, dan boneka sesuai pesanan atau varian yang dibuat. Usaha yang dirintis Hamid sejak Januari 2019 itu, banyak diminati anak muda khususnya pelajar dengan rata-rata penjualan per harinya 5 hingga 20 bungkus, dengan harga bervariasi mulai Rp 3.000 - Rp 50.000 per bungkus. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diperuntukkan ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebesar 6 persen, masih terbilang tinggi.

"Subsidi bunga bagi UKM sekarang bunganya 7 persen mau diturunin ke 6 persen. Tapi menurut saya ini jumlahnya juga masih kurang, oleh sebab itu saya sudah minta untuk tahun depan bisa ditingkatkan lagi dua kali lipat (subsidinya)," ujar Jokowi saat rapat terbatas UMKM di kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Baca: Tekan Impor BBM, Jokowi Minta Menterinya Fokus Bangun Kilang Minyak

Baca: Jokowi, Megawati Hingga JK Akan Hadiri HUT Ke-8 NasDem Malam Ini

Baca: Jokowi Minta Tito Tangani Pemda Agar Satu Arah dengan Pemerintah Pusat

Menurut Jokowi, penyaluran KUR ke depan perlu difokuskan kepada UMKM yang bidang usahanya memproduksi suatu barang, bukan kepada sektor perdagangan.

"Kita harus tembakkan program ini kepada usaha-usaha produksi," ucap Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga meminta setiap kementerian maupun lembaga untuk bersinergi dalam menjalankan progran pemberdayaan UMKM, agar target yang diinginkan pemerintah dapat tercapai.

"Karena sekarang apa yang sudah dilakukan oleh sebuah kementerian, diulang lagi oleh BUMN ataupun swasta, sehingga target grupnya akhirnya hanya itu-itu saja," tutur Jokowi.

Agar pengusaha UMKM naik kelas, kata Jokowi, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia perlu mendorong perusahaan besar yang berinvestasi di daerah, wajib menggandeng pengusaha lokal.

"Jadi setiap adanya investasi itu, digandeng pengusaha lokal, usaha kecil, usaha mikro, dikawinkan sehingga pengusaha lokal mendapatkan manfaat dari adanya investasi yang ada di sebuah daerah," ujar Jokowi.

"Misalnya pembangunan infrastruktur jalan tol, bandara, beri ruang UMKM dalam sistem rantai pasok konstruksi. Sehingga betul-betul tidak hanya melibatkan yang besar-besar saja, tapi yang kecil-kecil juga terangkut," sambung Jokowi.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved