Libur Natal Tahun Baru 2020, Penumpang Kereta Diprediksi Naik 4 Persen
armada kereta api yang ada saat ini hanya mampu menampung kenaikan penumpang antara 3 sampai 4 persen saja.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro memprediksi adanya kenaikan jumlah penumpang di kisaran 3-4 persen pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020.
Dia mengatakan peningkatan pengguna jasa kereta api ini menyesuaikan dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang dimiliki PT KAI.
Menurutnya, armada kereta api yang ada saat ini hanya mampu menampung kenaikan penumpang antara 3 sampai 4 persen saja.
"Prediksi (peningkatan jumlah penumpang) 3-4 persen. Karena ketersediaan tempat duduk juga ada kenaikan," kata Edi usai menghadiri Investor Gathering Obligasi II KAI di Ritz-Carlton SCBD, Jakarta, Senin (11/11/2019).
Edi mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, PT KAI akan menggelar inspeksi terhadap sarana dan prasarana perkeretaapian di sejumlah stasiun.
"Akan dipersiapkan inspeksi di jalur utara maupun selatan, kesiapan stasiun-stasiun dan prasarananya," jelasnya.
Di periode Nataru 2019, PT KAI mengangkut 5,7 juta penumpang. Angka itu mengalami peningkatan sekitar 12 persen dari capaian pada 2017 sebesar 5,1 juta penumpang.
Edi Sukmoro mengatakan selama 18 hari pelaksanaan angkutan Natal dan Tahun Baru 2019, perseroan mencatat tidak adanya gangguan dan kecelakaan (zero accident).
Tahun lalu, ada penambahan perjalanan kereta api hingga 346 perjalanan kereta api reguler serta 48 perjalanan kereta api tambahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/dirut-kai-konpers-terkait-transportasi-akutan-lebaran-2019_20190619_151735.jpg)