Rabu, 27 Mei 2026

PT KAI Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun untuk Peremajaan Kereta Api

Bertindak sebagai penjamin emisi obligasi kali ini adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas

Tayang:
Penulis: Ria anatasia
Editor: Choirul Arifin
TRIBUNNEWS/RIA ANASTASIA
Konferensi pers Investor Gathering Obligasi II KAI di Ritz-Carlton SCBD, Jakarta, Senin (11/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Tbk kembali menerbitkan obligasi alias surat utang melalui Penawaran Umum Obligasi II Kereta Api Indonesia tahun 2019.

Bertindak sebagai penjamin emisi obligasi kali ini adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas.

Direktur PT KAI Edi Sukmoro menyebutkan, nilai obligasi yang ditawarkan mencapai Rp 2 triliun dan akan digunakan untuk meremajakan kereta api, serta pengadaan sarana baru dan pembaruan sarana.

"Kita berharap dalam obligasi ini yang kedua kalinya nanti akan digunakan untuk meremajakan kereta-kereta yang memang usianya sudah 30 tahun ke atas," kata Edi usai Investor Gathering Obligasi II KAI di Ritz-Carlton SCBD, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Edi menambahkan, obligasi yang diterbitkan ini merupakan kelanjutan dari obligasi pertama.

"Kita berkeinginan memberikan pelayanan yang lebih baik. Dari sisi kenyamanan, keamanan dan keselamatan perjalanan KA, dan memang sarana atau armada yang kita punya memang sudah perlu diganti," ujarnya.

Direktur Keuangan PT KAI Didiek Hartantyo menjelaskan, dari total Rp2 triliun dana yang dicari dari investor, sebesar Rp 1,2 triliun akan dialokasikan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman kepada Bank HSBC Indonesia (tidak terafiliasi) dan sisanya akan digunakan untuk pengadaan sarana baru dan pembaruan sarana.

Peremajaan kereta api akan mencakup 672 unit kereta api yang usianya di atas 30 tahun. PT KAI juga akan membeli lokomotif baru sebanyak 36 unit tahun depan.

"Tahun ini kita akan gunakan refinancing kredit perbankan, Rp 1,2 triliun ini bridging karena kami peremajaan 672 kereta rata-rata satu kereta dananya Rp 5 miliar. Sisanya Rp 800 miliar itu kami sampaikan ke depan akan lakukan pembelian lokomotif baru," jelasnya.

Obligasi ini mendapatkan peringkat idAAA (Triple A; Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan terbagi dalam 2 seri.

Seri A berjangka waktu 5 tahun dengan indikasi tingkat kupon Obligasi 7,45 persen - 8,10 persen per tahun, Seri B berjangka waktu 7 tahun dengan indikasi tingkat kupon Obligasi 7,80 persen - 8,50 persen per tahun.

Bunga obligasi dibayarkan triwulan 30/360, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi.

Selama lima tahun terakhir, KAI mencatatkan pertumbuhan pendapatan dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 25,5 persen dan rata-rata pertumbuhan laba bersih dengan CAGR sebesar 22,3 persen.

Berdasarkan laporan posisi keuangan, KAI semakin berkembang di mana peningkatan jumlah aset dengan CAGR 20,1 persen serta diiringi pertumbuhan ekuitas dellgan CAGR sebesar 30,2 persen

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved