Setahun Mengaspal, Bonceng Bidik 19 Persen Market Share Ojol

Aplikasi ojol Bonceng diestimasi akan mampu mengelola 19 persen market share sekitar ibu kota

Setahun Mengaspal, Bonceng Bidik 19 Persen Market Share Ojol
Kontan.co.id
Aplikasi transportasi online, Bonceng. 

TRIBUNNEWS.COM - Aplikasi ojek online (ojol) Bonceng mengumumkan capaian mereka selama genap satu tahun beroperasi sejak 10 November 2018 silam di Jabodetabek.

CEO Bonceng, Faiz Noufal mengatakan dalam kurun satu tahun, Bonceng berhasil memikat 80 ribu lebih calon pengemudi di jabodetabek untuk bergabung mendaftar. Namun, manajemen baru mampu mengaktifasi sekitar 5.000 driver.

"Satu tahun sudah Bonceng turut meramaikan khasanah angkutan umum. Meski harus sengaja mem-vakum-kan diri dalam rangka membenahi sistem penunjang operasional, Bonceng mampu menjaga eksistensi di tengah hegemoni dua pemain besar yang sudah lebih dulu muncul," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (11/11/2019).

Faiz menyebut saat ini pihaknya berupaya meningkatkan availabilitas driver di lapangan.

"Sehingga pada akhirnya, sebanyak 80 ribu driver tersebut dapat segera beroperasi mengenakan seragam khas merah putih ala Bonceng yang diestimasi akan mampu mengelola 19 persen market share sekitar ibu kota," kata dia.

Faiz menyebut, meski belum melakukan sosialisasi dan publikasi secara besar-besaran, Bonceng tetap berhasil meraih simpati publik.

"Sekira lebih dari 150 ribu orang telah menggunakan aplikasi ini di smartphonennya. Namun kedepan publikasi akan mulai dilakukan dan menargetkan masyatakat yang menginstal Bonceng akan bertambah menjadi 3 juta orang," papar dia.

Kumunculan Bonceng yang menawarkan beragam servis yang beda, kata Faiz, mendapat atensi dari banyak pihak.

"Misalnya saja, Bonceng baru saja mendapatkan dukungan kepercayaan dari Google berupa credit line sebesar 5 miliar rupiah perbulan mulai November ini. Dukungan serupa juga tengah diupayakan dapat masuk dalam ekosistem facebook. Bonceng juga baru saja mendapat dukungan dari Appier, penyedia marketing artificial intelligence berbasis di Singapura dan dukungan dari Adjust, penyedia tracking marketing decisions campaign yang berbasis di Jerman. Hal tersebut tentu akan sangat membantu user acquisition," kata dia.

Saat ini, aplikasi Bonceng Bisnis baru saja dirilis di Playstore. Dan pada akhir tahun ini pula layanan antarmakanan "Bungkus" sudah siap melayani konsumen.

Selain itu, layanan pro UMKM bernama "Bonceng Pasar" juga akan terus diperluas jangkauannya. Dalam waktu dekat Bonceng merencanakan penambahan area operasi dari 10 lokasi pasar tradisional menjadi lebih dari 20 pasar lokasi pasar tradisional.

"Sebagai wujud dukungan pemerataan ekonomi, Bonceng juga tidak hanya akan mengaspal di Jabodetabek, tetapi juga di sejumlah daerah yang masih terabaikan dalam kalkulasi bisnis. Sebut saja Aceh, Batam, Banjarmasin, Manado, Bandung, Padang, Palembang, Semarang, Ambon, Madura, Labuan Bajo, Maumere, Kupang, Makassar, Solo, dan Palu melalui pengelolaan bersama berbasis ekonomi kerakyatan. Dengan demikian diharapkan, Bonceng dapat membuka banyak lapangan kerja dan membantu memajukan roda ekonomi di daerah-daerah," kata Faiz.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved