Sri Mulyani Absen saat Menko Airlangga Rapat Penetapan Bunga KUR Jadi 6 Persen

Airlangga Hartarto memimpin rapat koordinasi pembahasan tentang usulan kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2020.

Sri Mulyani Absen saat Menko Airlangga Rapat Penetapan Bunga KUR Jadi 6 Persen
TRIBUNNEWS.COM/Yanuar Riezqi Yovanda
Menko Airlangga Rapat Penetapan Bunga KUR 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin rapat koordinasi pembahasan tentang usulan kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2020.

Rapat tersebut dihadiri menteri ekonomi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah.

Sedangkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak hadir dan diwakili Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Andin Hadiyanto dalam rapat yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 tersebut.

Dalam paparannya, Airlangga mengatakan, telah disepakati bahwa KUR yang didorong yakni bersifat pro kerakyatan dengan penurunan suku bunga menjadi 6 persen per Januari 2020 dari sebelumnya 7 persen.

Baca: Saat Warga Desa Siluman Ditanya Manfaat Dana Desa

"Kemudian, total plafon KUR itu untuk tahun depan ditingkatkan 36 persen dari Rp 140 triliun menjadi Rp 190 triliun," ujarnya di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Setelahnya, plafon keseluruhan KUR ini akan terus ditingkatkan secara bertahap hingga Rp 325 triliun pada 2024 sesuai arahan Jokowi.

Sementara itu, Teten menambahkan, kebijakan KUR memberi dampak terhadap pertumbuhan UMKM ditengah ekonomi global yang sedang lesu.

Titik berat pertumbuhan UMKM ini harus didorong karena banyak menyerap tenaga kerja dan jumlahnya mencapai 60 juta UMKM.

Dari sisi teknis, penyaluran dibagi menjadi beberapa kelompok supaya memudahkan pemerintah mengakselerasi pembiayaan KUR.

"Saya kira model KUR kelompok ini mempermudah kerja kami dengan mulai melembagakan usaha mikro yang sudah 60 juta lebih. Tidak mungkin urus satu-satu, jadi ada pengelompokan," pungkasnya.

Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved