Senin, 4 Mei 2026

Bangun Kedaulatan Migas, IAFMI-KMI Dorong Transformasi Industri Pipa Seamless Nasional

Tantangan besar masih membayangi, seperti tingginya ketergantungan impor komponen kritikal, lemahnya penguasaan teknologi dan R&D.

Tayang:
Penulis: Sanusi
HO/IST
Sekjen (Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Migas Indonesia (IAFMI) Gede Pramona didampingi pengurus IAFMI lainnya telah melakukan factory visit ke fasilitas produksi pipa Indonesia Seamless Tube (IST) - PT Artas Energi Petrogas di kawasan Industri Krakatau Steel Cilegon. 

Ringkasan Berita:
  • IAFMI membangun strategi meningkatkan daya saing pipa seamless produksi dalam negeri
  • Produk IST telah digunakan di proyek-proyek KKKS

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri migas Indonesia berada di titik kritis. Ketergantungan pada impor pipa dan peralatan strategis, keterbatasan teknologi, serta lemahnya basis industri domestik dinilai menghambat Indonesia untuk naik kelas di rantai nilai global.

Untuk mendukung perkembangan industri penunjang migas nasional khususnya manufaktur pipa Seamless yang memiliki komitmen tinggi terhadap pencapaian TKDN, Sekjen (Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Migas Indonesia (IAFMI) Gede Pramona didampingi pengurus IAFMI lainnya telah melakukan factory visit ke fasilitas produksi pipa Indonesia Seamless Tube (IST) - PT Artas Energi Petrogas di kawasan Industri Krakatau Steel Cilegon. 

Pada kesempatan yang sama Chairman Komunitas Migas Indonesia (KMI), S Herry Putranto ikut hadir untuk memberikan support dan membuka ruang diskusi bersama IAFMI membangun strategi meningkatkan daya saing pipa seamless produksi dalam negeri yang saat ini memiliki kemampuan TKDN 46 persen agar dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Baca juga: Kementrans Temukan 13 Sumur Minyak Baru di Kaltim, Akan Koordinasi dengan SKK Migas

Dari diskusi terbatas di Cilegon ini, disuarakan urgensi transformasi dari resource extraction menuju industrial capability sebagai satu-satunya jalan untuk keluar dari jebakan ekonomi berbasis komoditas.

"Indonesia tidak bisa terus menjadi pasar bagi industri global. Kita harus menjadi produsen, pemilik teknologi, dan pengendali rantai pasok. Jika tidak sekarang, kita akan terus tertinggal," ujar Chief Commercial Officer PT Artas Energi Petrogas Hendrik Kawilarang Luntungan, akhir pekan lalu.

PT Artas Energi Petrogas saat ini telah membuktikan kapabilitas tersebut. Sebagai satu-satunya produsen seamless tube di Indonesia, IST telah berkontribusi menyumbang devisa negara hingga Rp 15 triliun melalui substitusi impor dan ekspor ke pasar Asia–Timur Tengah. 

Produk IST telah digunakan di proyek-proyek KKKS dengan standar API 5CT & API 5L, menjadi bukti bahwa industri dalam negeri mampu bersaing secara kualitas global.

Oleh karena itu IAFMI didukung oleh KMI mendorong Transformasi agar dapat memberikan dampak langsung terhadap beberapa hal sebagai berikut:

1. Penurunan signifikan impor peralatan migas

2. ⁠Efisiensi dan optimalisasi cost recovery

3. ⁠Peningkatan TKDN berbasis kualitas, bukan sekadar angka

4. ⁠Lahirnya national champions industri migas

5. ⁠Penguatan posisi Indonesia sebagai basis industri migas di Asia Tenggara

Namun, tantangan besar masih membayangi, seperti tingginya ketergantungan impor komponen kritikal, lemahnya penguasaan teknologi dan Research Development/ R&D, regulasi yang belum kompetitif, kesenjangan kualitas SDM, serta brand industri nasional yang belum kuat di pasar global.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved