Hingga Akhir Tahun, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan Elpiji Aman

Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yaitu solar, premium dan Elpiji 3 kilogram di Kalimantan dalam keadaan aman

Hingga Akhir Tahun, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan Elpiji Aman
dok. Pertamina
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yaitu solar, premium dan Elpiji 3 kilogram di Kalimantan dalam keadaan aman dan cukup.

GM Pertamina MOR VI Boy Frans Justus Lapian menyatakan, kuota BBM dan Elpiji subsidi tahun 2019 yang ditetapkan pemerintah untuk wilayah Kalimantan masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

Baca: Buya Syafii Maarif Tak Permasalahkan Ahok Pernah Dipenjara: Dia Banyak Belajar

Baca: Ahok Masuk BUMN, Buya Syafii Maarif : Dia Sosok Pekerja Keras dan Lurus Orangnya

Baca: Permen ESDM Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penyaluran BBM, BBG dan LPG Hambat Program Tol Laut

"Masyarakat tidak perlu khawatir, BBM dan Elpiji subsidi di Kalimantan dalam kondisi aman.Sisa kuota akan kami salurkan sebaik-baiknya agar tepat sasaran dan cukup hingga akhir tahun" jelas Boy dalam keterangannya, Minggu (17/11/2019).

Untuk memastikan BBM dan Elpiji subsidi terdistribusi sesuai ketentuan, lanjutnya, Pertamina terus melakukan pengawasan ke lembaga penyalur seperti mewajibkan SPBU memasang CCTV, sidak berkala dan monitor penjualan BBM di SPBU.

Untuk Elpiji 3 kg, Pertamina juga melakukan monitoring rutin, sidak dan pemantauan penjulan Agen dan pangkalan yang sudah terintegrasi ke dalam sistem. Selain itu, Pertamina juga terus melakukan koordinasi dengan aparat jika ada penyimpangan BBM dan Elpiji subsidi di lembaga penyalur.

"BBM dan Elpiji subsidi merupakan produk yang rawan diselewengkan sehingga pengawasan di lembaga penyalur senantiasa kami perketat untuk mengantisipasi kecurangan yang mungkin terjadi antara lain pengetap dan tanki modifikasi di SPBU maupun penyimpangan di Elpiji 3 kg di agen dan pangkalan. Jika lembaga penyalur terbukti bersalah, kami akan beri sanksi," kata Boy.

Menurutnya, Pertamina menyadari pengawasan BBM dan Elpiji subsidi tidak bisa dilakukan sendiri, untuk itu Pertamina menyediakan akses call center di nomor 135 yang memungkinkan masyarakat dapat menginformasikan segala hal terkait pelayanan maupun indikasi penyimpangan di lembaga penyalur.

"Masyarakat kami himbau dapat ikut serta mengawasi BBM dan Elpiji subsidi. Jika ada indikasi kecurangan di SPBU maupun agen dan pangkalan Elpiji, jangan segan menginformasikan ke call center Pertamina di nomor 135," ucap Boy.

"Untuk hal-hal yang masih di dalam kewenangan Pertamina terkait pelayanan dan penertiban administrasi akan segera kami tindaklanjuti. Namun jika ada hal hal yang menjadi ranah hukum tentu akan kami koordinasikan ke aparat," tambahnya.

Sementara itu, Manager Region Communication, Relation and CSR Pertamina Kalimantan menyampaikan bawa Solar Subsidi Kalimantan ditetapkan Pemerintah sebesar 906.925 kiloliter dan konsumsi sampai dengan bulan Oktober terealisasi 752.522 kiloliter.

Sedangkan untuk Premium, kuota Kalimantan dipatok Pemerintah sebesar 1.134.213 kiloliter, realisasi hingga Oktober mencapai 987.444 kiloliter. Untuk produk Elpiji 3 kg kuota tahun 2019 sebesar 374.824 Metrik Ton dengan realisasi sampai dengan Oktober mencapai 307.392 Metrik ton.

Selain memastikan BBM dan Elpiji subsidi cukup, Pertamina juga memastikan BBM non subsidi selalu tersedia di SPBU, baik untuk BBM non subsidi jenis gasoline ( Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) maupun BBM non subsidi jenis gasoil ( Dexlite dan Pertamina Dex) serta Elpiji non subsidi baik kemasan 5,5 kg maupun 12 kg.

"Stock BBM dan Elpiji non subsidi juga dalam kondisi aman dan karena bukan barang subsidi maka berapapun kebutuhan masyarakat dapat kami penuhi," ujar Heppy.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved