Alat Pengukur Kekuatan Jalan Temuan Pusjatan Kementerian PUPR Rambah Pasar Timor Leste
Riset teknologi alat APKJ dimulai pada 2008 melalui penelitian prototipe APKJ untuk mendapatkan rangka alat dan sistem pembebanan.
Editor:
Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementerian PUPR sukses mengembangkan alat pengujian kekuatan jalan yang diberi nama APKJ (Alat Pengukur Kekuatan Jalan) atau di dunia internasional disebut dengan nama FWD (Falling Weight Deflectometer).
APKJ merupakan alat pengujian untuk mengukur besarnya nilai lendutan perkerasan jalan
yang mencerminkan kekuatan struktur perkerasan jalan.
Alat ini termasuk tipe alat penyelidikan lapangan yang tidak merusak (non destructive), dengan mengukur lendutan akibat beban dinamis (beban dijatuhkan pada ketinggian tertentu ke permukaan jalan melalui
pelat beban).
Riset teknologi alat APKJ dimulai pada 2008 melalui penelitian prototipe APKJ untuk mendapatkan rangka
alat dan sistem pembebanan.
Menurut Plt. Kepala Badan Litbang Kementerian PUPR, Lukman Hakim sejak tahun 2018 Direktorat Jenderal Bina Marga telah menggunakan APKJ untuk kegiatan survei kondisi struktur perkerasan jalan, khususnya di lingkungan Balai Besar atau Balai Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah V Palembang, VII Semarang, XIII Makassar, dan XV Manado.
Kemudian di tahun 2019 BPJN IX Mataram dan BPJN XII Balikpapan juga menggunakan APKJ Pusjatan dan kemudian penggunaan serupa disusul oleh balai lainnya.
Saat ini Pusjatan memiliki empat unit APKJ yang dapat dimanfaatkan untuk pelayanan advis teknis tersebut dan untuk keperluan penelitian perkerasan.
APKJ hasil temuan Balitbang Kementerian PUPR ini diproduksi oleh PT Panairsan Pratama bekerja sama dengan Pusjatan Kementerian PUPR.
Atas permintaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Transportasi ( Ministerio das Obras Públicas, Transporte e Comunicações) Republik Demokratik Timor Leste, APKJ temuan Balitbang Kementerian PUPR kini juga digunakan di negara tersebut.
Menurut Lukman, hal ini merupakan suatu bukti kepercayaan atas keandalan produk nasional yang dihasilkan Pusjatan dan PT Panairsan Pratama. APKJ Pusjatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat
yang sebesar-besarnya bagi Republik Demokratik Timor Leste.
"Dengan menggunakan alat ini, data kondisi struktural perkerasan jalan dapat diperoleh dalam waktu relatif singkat, terpercaya, praktis, efisien, efektif dan ekonomis sesuai dengan kebutuhan,” ungkap Lukman.
Direktur Utama PT Panairsan Pratama Herlina Ardjakusumah menyatakan, setelah adanya perjanjian kerjasama untuk memproduksi APKJ secara komersial, unit APKJ, yang dinamai FWD Bima ini telah berhasil dijual ke berbagai institusi di dalam negeri.
Antara lain, BBPJN II Medan Sumatera Utara, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Provinsi Bengkulu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Aceh.
FWD Bima gencar diperkenalkan ke luar negeri melalui berbagai pameran dan kunjungan, termasuk pada
mengikuti pameran di Dili, Timor Leste di 2016 yang berlanjut hingga proses pengadaan APKJ
yang secara resmi akan diekspor ke Timor Leste di pertengahan Desember 2019.

Dia mengatakan, saat ini sudah ada permintaan dari berbagai negara untuk FWD BIMA, misalnya dari India dan Srilanka, khususnya India sudah mempunyai standar teknis yang mensyaratkan semua district kabupaten dan kota di India harus menggunakan FWD untuk pekerjaan survei jalannya.