Sandiaga Uno: Pertumbuhan Ekonomi RI Rendah, Momentum untuk Berbenah

Sandiaga mengingatkan, di 2020 nanti Indonesia akan menghadapi sejumlah tantangan, bahkan sejak awal tahun.

Sandiaga Uno: Pertumbuhan Ekonomi RI Rendah, Momentum untuk Berbenah
IST
Pengusaha Sandiaga Uno di acara malam penganugerahan Indonesia Most Admired CEO 2019: Transformation of Future Leadership yang diselenggarakan Warta Ekonomi di Jakarta, Senin (16/12/2019) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengusaha Sandiaga Uno mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang rendah sekitar 5 persen tahun ini dan di bawah 5 persen di tahun depan, 2020, seperti prediksi sebagian kalangan, sebaiknya dijadikan momentum untuk berbenah. 

Yakni, dengan membenahi hal-hal apa saja yang membuat pertumbuhan ekonomi RI kurang terakselerasi.

"Ekonomi kita di 2020, semakin gampang atau penuh tantangan? Saya punya banyak data kita akan menghadapi tantangan di tahun depan. Sudah ada yang berani menyebutkan ekonomi kita di 2020 akan dibawah 5 persen. Ini momentumnya kita untuk berbenah," kata Sandiaga Uno di acara malam penganugerahan Indonesia Most Admired CEO 2019: Transformation of Future Leadership yang diselenggarakan Warta Ekonomi di Jakarta, Senin (16/12/2019) malam.  

Sandiaga mengingatkan, di 2020  nanti Indonesia akan menghadapi sejumlah tantangan, bahkan sejak awal tahun.

"Ada tantangan Brexit terjadi di awal tahun, lalu perang dagang Amerika-China, kemudian impeachment atas Presiden Trump di AS."

"Semua itu akan membuat kita akan merasakan kondisi ketidakpastian baru. Ada juga sinyal perlambatan ekonomi di China, akan melambat," ungkap Sandiaga.

Sandi menyatakan mendukung langkah Pemerintah menyederhanakan undang undang lewat Omnibus Law.

Baca: Tolak Tawaran Erick Thohir Jadi Bos BUMN, Sandiaga Uno Beberkan Alasannya, Sebut Kepentingan Lain

"Omnibus law perlu kita berikan dukungan agar kita bisa berbenah. Juga kesempatan kita untuk menghargai the new emerging SMEs (pengusaha UMKM). Bangsa-bangsa yang bangkit setelah perang seperti Jepang, Jerman adalah dengna mengutamakan kepentingan nasional yakni pada UMKM," ungkap Sandi.

"Saya ingin Indonesia jadi ekonomi 5 besar dunia di 2045 sesuai prediksi pemerintah, tapi kita ingin gap ini makin berkurang dengan mendorong tumbuhnya UMKM," tandas Sandi.

Dia menambahkan, tahun ini perekonomian Indonesia diperkirakan masih bertumbuh 5 persen walaupun kita berharap bisa bertumbuh lebih tinggi lagi.

Halaman
12
Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved