Indonesia Diserbu Impor Sepeda dari China, Produsen Lokal Menjerit
William melihat kondisi Indonesia saat ini yang dibanjiri sepeda impor mahal dengan harga puluhan hingga ratusan juta.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah produsen sepeda dalam negeri merasakan dampak masifnya sepeda impor dari China.
Baik itu produsen berorientasi ekspor maupun domestik, bahkan konsumen ikut kena getahnya.
William Gozali, Direktur Insera Sena ( produsen sepeda Polygon) menyebutkan, perusahaan merasakan dampak secara tidak langsung fenomena masifnya impor sepeda dari China.
"Meski demikian kami tidak bisa katakan positif atau negatif karena memang sasaran pasar Polygon agak berbeda," sebut dia seperti dilansir dari Kontan.co.id, Minggu (29/12/2019).
Baca: Pelaku Pasar Diuntungkan Pemangkasan Tarif China ke AS Per 1 Januari
Baca: Pengusaha Industri Baja Lokal Siap Dukung Pemerintah Tekan Angka Impor
William mengatakan, Polygon bakal melihat kondisi pasar terlebih dahulu.
Sebab sebagai produsen sepeda berorientasi ekspor perlu memperhatikan kondisi Brexit dan perang dagang China dan Amerika Serikat.
Jika memang ada kesempatan ekspor, Polygon akan menggarap pasar semampunya.
Adapun untuk pasar domestik, dia mengakui Polygon akan memperhatikan kompetisi dari pasar. Jika ada peluang untuk berkembang lebih maka akan diusahakan untuk merebutnya.
Menanggapi masifnya impor sepeda dari China, William berharap regulator dapat menertibkan impor sepeda sehingga lebih adil bagi industri dalam negeri.
"Kami tidak minta fasilitas, tapi hanya mengharapkan perlakuan adil," ucapnya.
William melihat kondisi Indonesia saat ini yang dibanjiri sepeda impor mahal dengan harga puluhan hingga ratusan juta.
Namun, proses impor sepeda mahal itu sama sekali tidak ada data di impor Indonesia.
William mengungkapkan, data impor menunjukkan rata-rata harga impor sepeda hanya Rp 200,000/unit sehingga bea masuk dan pajak yang dibayar tidak lebih dari Rp 30,000/unit.
Padahal banyak sepeda impor yang lebih mahal dari itu.
Menurut William, hal ini tidak adil karena setiap sepeda yang diproduksi oleh pabrik di dalam negeri membayar pajak sekitar 15 persen dari harga jual.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sepeda-sepeda-bike-sharing-terparkir-di-dekat-stasiu.jpg)