Selasa, 21 April 2026

Cegah Resesi, Pemerintah Diminta Ambil Langkah Ini untuk Tangani Jiwasraya

Telisa menjelaskan, penyehatan permodalan Jiwasraya dapat dilakukan melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN) baik berupa cash atau pun non cash.

Editor: Fajar Anjungroso
KONTAN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah perlu fokus dalam mengembalikan dana nasabah PT Asuransi Jiwasraya, apalagi, lembaga keuangan Bank Dunia telah merilis kajian perihal adanya potensi resesi ekonomi yang bakal dirasakan Indonesia.

Di antaranya yakni melalui dampak permasalahan di sektor keuangan dan perasuransian Indonesia, termasuk kasus gagal bayar Jiwasraya.

Ketua Program Studi Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik Fakultas Ekonomi Indonesia (UI) Telisa Aulia Falianty mengatakan, perlu ada skema konkret dari pemerintah untuk menyehatkan keuangan dan solvabilitas Jiwasraya demi menghindari potensi resesi ekonomi.

"Alternatifnya cuma tiga. Pertama yaitu suntikan modal dari pemegang saham," ujar Telisa kepada wartawan di Jakarta, Selasa, (11/2/2020).

Telisa menjelaskan, penyehatan permodalan Jiwasraya dapat dilakukan melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN) baik berupa cash atau pun non cash.

Baca: Bantah Ada Uang Jiwasraya Masuk ke Partai, PSI Minta Penuduh Beberkan Bukti

Karena itu, pemerintah harus mengambil pelajaran dari kasus gagal bayar AIG Insurance, kala itu pemerintah Amerika Serikat memberikan dana talangan atau bail out untuk menghindari adanya krisis keuangan sistemik.

"Bukan hanya perbankan saja, tapi saat ini saya rasa perlu juga perlu dilakukan bail in untuk industri asuransi seperti Jiwasraya yang merupakan BUMN dan skalanya sudah besar," kata Telisa.

Selain suntikan modal, Telisa menyampaikan, hal kedua yang harus dilakukan pemerintah untuk menyehatkan permodalan dan solvabilitas Jiwasraya adalah merealisasikan wacana masuknya investor baru melalui skenario pembentukan anak usaha, Jiwasraya Putra.

Sementara untuk alternatif ketiga, lanjutnya, pemerintah harus segera merealisasikan wacana pembentukan holding asuransi yang nantinya membantu kondisi permodalan Jiwasraya melalui penerbitan pinjaman subordinasi dengan tenor minimal 10 tahun.

Meski bukan merupakan tujuan utama, keberadaan holding asuransi diyakininya mampu menambal lubang defisit keuangan Jiwasraya selain dua alternatif opsi penyelamatan di atas.

"Harus paralel, juga harus dilakukan langkah prioritas berikutnya melalui restrukturisasi, rasionalisasi, dan optimalisasi aset tetap hingga pengembangan financial instrument baru yang memungkinkan. Ditambah penataan bisnis proses termasuk optimalisasi teknologi dan data, serta pengembangan bisnis agreement baru Jiwasraya dengan beberapa BUMN," pungkas Telisa.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved