'Jesika Mo' Bantu Pedagang Dapatkan Sertifikat Kesehatan Ikan Hias

Melalui inovasi ini, pelayanan dapat diakses secara mudah dan cepat, serta mampu mengurangi biaya dan waktu

'Jesika Mo' Bantu Pedagang Dapatkan Sertifikat Kesehatan Ikan Hias
Warta Kota/henry lopulalan
IKAN HIAS KARTINI - Suasana tempat penjualan ikan hias, Jalan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (18/7). Tempat penjualan berbagai jenis ikan setelah lebaran akan di relokasi. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wilayah Bogor merupakan salah satu sentra produksi budidaya ikan hias yang mencakup 607 Rumah Tangga Perikanan (RTP) bidang usaha. Produksi budidaya ikan hias Bogor meningkat dari 242,52 juta ekor pada tahun 2015 menjadi 290,44 juta ekor pada tahun 2019.

Di sisi lain, ekspor ikan hias dari perusahaan ekspor yang beroperasi di wilayah Bogor mengalami penurunan yang cukup signifikan pada periode 2018 – 2019, sehingga perlu adanya inovasi dan terobosan baru.

Menyikapi persoalan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) meluncurkan platform layanan resmi sertifikasi Karantina Ikan Pengendalian Mutu (KIPM) berbasis seluler (android).

Melalui inovasi ini, pelayanan dapat diakses secara mudah dan cepat, serta mampu mengurangi biaya dan waktu.

Layanan ini untuk mendorong UMKM ikan hias dalam meningkatkan transaksi perdagangan di seluruh Indonesia. Peluncuran dilakukan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, di sela-sela rapat kerja teknis bersama BKIPM, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2/2020).

"Layanan ini sejalan dengan perkembangan dan tuntutan masyarakat atas layanan sertifikasi yang dapat mengakomodir kebutuhan transaksi perdagangan melalui e-commerce atau marketplace," ujar Menteri Edhy.

KKP juga akan mendorong produk perikanan yang dihasilkan pelaku usaha perikanan yang sangat beragam, mulai dari makanan hingga peralatan perikanan berteknologi, agar dapat dipasarkan lebih luas melalui e-commerce atau marketplace secara online.

"KKP ke depan akan membangun komunikasi dan hubungan yang lebih baik dengan seluruh pemangku kepentingan, melakukan evaluasi kebijakan, penyederhanaan izin, akses permodalan, serta perlindungan dan perbaikan hidup pelaku usaha perikanan termasuk usaha ikan hias. Perikanan budidaya juga akan dioptimalkan untuk penyerapan lapangan kerja," ujarnya.

Kepala BKIPM, Rina mengungkapkan platform layanan ini dapat diakses melalui aplikasi berbasis seluler (android) dengan keluaran dokumen dan bar code yang langsung terhubung (link) ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) penanggung jawab di daerah tujuan.

"Sebagai awal, model layanan ini diberlakukan untuk lalu lintas domestik, khususnya pengiriman ikan hias yang menggunakan jasa pengiriman paket kecil (small package) melalui jasa kurir JNE, TIKI, JNT dan Pos Indonesia," terang Rina.

Halaman
12
Penulis: Ria anatasia
Editor: Deodatus Pradipto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved