Breaking News:

Pinjaman Online Lagi Disorot, Begini Metode Penagihan yang Benar Menurut Cashwagon

Berapa sebenarnya suku bunga maksimum yang boleh dikenakan fintech peer to peer ke nasabahnya?

DOK CASHWAGON
Strategi jemput bola mendatangi calon nasabah potensial di pasar tradisional menjadi salah satu strategi platform fintech peer to peer lending Cashwagon meraih basis nasabah/customer baru. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pinjaman online peer to peer lending (P to P) kini sedang disorot masyarakat lantaran suku bunga harian yang dikenakan terbilang tinggi. Selain itu metode penagihan terhadap nasabah yang terlambat membayar cicilan juga dianggap tidak etis.

Kolektor dari pihak pemberi pinjaman suka mengintimidasi lewat telepon, whatsapp dan SMS bahkan mendatangi kediaman nasabah dengan cara kasar.

Temuan lainnya, nama baik nasabah dijatuhkan dengan cara menyebarkan pesan tertentu ke nomor kontak yang ada di ponsel nasabah. 

Sebenarnya seperti apa metode penagihan yang benar untuk nasabah yang telat membayar angsuran? Lalu berapa sebenarnya suku bunga maksimum yang boleh dikenakan fintech peer to peer ke nasabahnya?

Tribunnews mewawancarai Asri Anjarsari, Chief Executive Officer (CEO) Cashwagon, salah satu pemain fintech peer to peer terkemuka, Kamis (20/2/2020) di kantornya di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan.

"Mengacu pada ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), metode penagihan yang benar oleh fintech peer to peer harus dilakukan melalui desk collector.

"Seperti yang kami lakukan di Cashwagon, kami melakukan penagihan melalui desk collector, nggak ada sebenarnya orang kita yang datang ke rumah nasabah peminjam," ujar Asri.

Baca: Sopir Ungkap Kebaikan Almarhum Ashraf Sinclair, Suka Memberi Makan Kucing di Mana Saja

Dia menjelaskan, semua anggota di tim desk collector di Cashwagon mendapatkan standard operating prochedure (SOP) yang ditetapkan perusahaan. 

"Kepada mereka, kami memberikan script, kalimat apa yang harus mereka sampaikan ke nasabah saat melakukan penagihan. Tidak boleh keluar dari script itu," tandasnya.

"Kami memberikan pelatihan kepada tim penagihan mulai dari staf sampai leader-nya," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved