Breaking News:

Didorong Kebutuhan, Masyarakat Mulai Melirik ''Halal Lifestyle''

rumah sakit berbasis syariah itu nantinya akan memberikan nilai lebih bagi para pasien yang menuntut pelayanan berbeda

Editor: Sanusi
Wavebreakmedia
Ilustrasi rumah sakit 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perkembangan ''Halal Lifestyle'' saat ini menjadi indikator kuatnya kebutuhan masyarakat akan produk dan jasa yang halal, tidak terkecuali pada bidang Halal Healthcare dengan adanya penetapan rumah sakit syariah di Indonesia.

Dalam sebuah kesempatan, Wakil Presiden Ma’ruf Amin sempat menyinggung soal peran penting rumah sakit syariah.

Baca: Jangan Kunyah Permen Karet Selama Penerbangan, Ini Bahayanya

Baca: Sesuai Saran WHO, Begini Cara Antisipasi Penyebaran Infeksi Virus Corona di Tempat Kerja

Menurutnya, rumah sakit berbasis syariah itu nantinya akan memberikan nilai lebih bagi para pasien yang menuntut pelayanan berbeda dari pelayanan yang ditawarkan oleh rumah sakit konvensional.

"Dengan hadirnya rumah sakit syariah, masyarakat saat ini memiliki pilihan untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dan tindakan medis yang sesuai dengan prinsip syariah," ujar Ma’ruf, saat menghadiri acara 3rd International Islamic Healthcare Conference and Expo (IHEX) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, pada Sabtu (29/2/2020).

Hingga saat ini, tercatat ada 500 rumah sakit (RS) yang menjadi anggota Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI), dari jumlah tersebut 22 RS telah tersertifikasi syariah (18 RS Islam dan 4 RS pemerintah), dan 65 RS dalam proses pendampingan untuk mendapatkan sertifikasi RS Syariah.

"RS Syariah memiliki nilai tambah daripada RS konvensional, yaitu selain harus memenuhi standar yang ditetapkan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), juga mempunyai attitude value yang menerapkan cita rasa Islami atau syariah dalam pelayanannya," ujarnya.

Sementara itu, CEO Zi.Care Jessy Abdurrahman mengaku siap untuk membantu rumah sakit syariah dalam memenuhi standar yang ditetapkan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), serta attitude value pelayanan rumah sakit syariah melalui sistem yang akan dirancang bersama dengan MUKISI.

“Dengan adanya rumah sakit syariah, tentunya sistem yang ada di dalamnya juga harus dikustomisasi sesuai dengan kaidah syariah. Zi.Care siap untuk ikut mengembangkan sistem rumah sakit berbasis syariah untuk melayani rumah sakit syariah di Indonesia,” tutur Jessy.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved