Virus Corona

Ekonomi Melambat karena Corona, Pelaku Usaha Mikro Informal Perlu Diselamatkan

Secara historis, sektor ekonomi mikro selama ini relatif tangguh, tidak terpengaruh dengan krisis ekonomi dunia.

Ekonomi Melambat karena Corona, Pelaku Usaha Mikro Informal Perlu Diselamatkan
DOK.
Mayoritas para mitra Amartha saat ini merupakan para pengusaha mikro perempuan di pedesaan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mengantisipasi pertumbuhan ekonomi tahun ini yang terancam mengalami perlambatan akibat wabah virus corona saat ini, sektor usaha mikro dan informal perlu diselamatkan.

Secara historis, sektor ekonomi mikro selama ini relatif tangguh, tidak terpengaruh dengan krisis ekonomi dunia.

Namun bagaimanapun, upaya menjaga keberlangsungan usaha masyarakat di sektor usaha mikro informal atas ancaman perlambatan ekonomi imbas pandemi virus corona tetap perlu dilakukan.

Andi Taufan Garuda Putra, pendiri dan CEO PT Amartha Mikro Fintek mengatakan, saat ini perusahaannya fokus pada upaya penyelamatan ini.

Alasannya, para mitra Amartha saat ini mayoritas merupakan perempuan pengusaha mikro di pedesaan.

"Secara historikal sektor ini terbukti tangguh dan tidak terpengaruh dengan krisis ekonomi dunia. Ini tercermin dari meningkatnya rata-rata plafon per pinjaman yang disalurkan kepada mitra Amartha di setiap minggunya hingga saat ini," ujar Andi Taufan dalam keterangan pers tertulisnya, Jumat 20 Maret 2020.

Baca: Bahan Alami Curcumin Berkhasiat Tingkatkan Imunitas Tubuh, Tapi Bukan Obat untuk Covid-19

Di lapangan, pihaknya melakukan pememantauan situasi dan perkembangan Covid-19 ini secara cermat dan melakukan berbagai tindakan pencegahan guna memastikan pendananan dan usaha mitra Amartha tidak terdampak.

Baca: Sabtu Malam, Wisma Atlet Kemayoran Siap Digunakan untuk RS Darurat Corona

Dia menyebutkan, beberapa upaya yang dilakukan antara lain memberlakukan Standar Operasional Prosedur (SOP) social distancing.

Dalam pertemuan majelis tidak diperbolehkan untuk kontak fisik secara langsung baik kepada sesama mitra maupun petugas lapangan Amartha, dan menjaga jarak kontak fisik minimal 1 meter dan mengganti berjabat tangan dengan Salam Namaste.

Pihaknya juga memberlakukan sistem titip bayar dan melarang mitra yang sedang sakit hadir di pertemuan.  "Pembayaran angsuran dapat dilakukan dengan menitipkan angsuran pembayaran kepada ketua majelis," ujarnya.

Andi menyatakan, sejauh ini pihaknya telah memberikan sosialisasi mengenai perkembangan Covid-19 dan edukasi gerakan pola hidup sehat, hygiene training yang meliputi langkah-langkah menjaga kebersihan diri dan kebersihan tempat usaha.

Untuk memutus rantai penularan Covid-19, Amartha telah memberhentikan seluruh kegiatan perjalanan dinas antar wilayah dari tim pusat dan tim cabang, serta kunjungan desa dari pendana Amartha ke seluruh wilayah mitranya.

Pihaknya juga memberlakukan sistem bekerja dari rumah secara bergiliran kepada tim.

“Kami melihat tingginya semangat mitra Amartha untuk menjalankan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka dalam situasi saat ini,” ujarnya.

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved