Virus Corona

Dampak Covid-19, Content Creator Bantu UKM Promosi Gratis di Media Sosial

Sejumlah content creator mendonasikan tenaganya untuk para UKM yang terdampak physical distancing.

Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah content creator mendonasikan tenaganya untuk para UKM yang terdampak physical distancing.

Content creator ini membuat banner promosi dagang sampai promosi gratis di sosial media.

Contohnya komunitas yang tergabung dalam DapurKreatif membantu lewat gerakan #Bantuonleninukm untuk membantu para UKM yang terdampak physical distancing.    

Komunitas terdiri dari content creator, copywriter, graphic designer, video editor, campaign strategiest, dan social media expert terpanggil untuk #Bantuonleninukm.

Baca: Bahas Kebijakan Diskon Tarif Listrik, Menteri BUMN Bakal Panggil Dirut PLN Hari Ini

Baca: Dipengaruhi Emas Perhiasan hingga Gula, Inflasi Maret 2020 Sebesar 0,10 Persen

“Saya bantu dengan cara apa yang saya punya. Saya cuma punya kreativitas, tenaga dan pikiran. Saya ingin sukarela mempromosikan lewat konten-konten di sosial media cuma-cuma,” ujar Yudo Widiyanto, yang berprofesi sebagai Content Strategist sebuah entitas social movement tingkat nasional, Rabu (1/4/2020).

Yudo mengungkapkan, bantuan berupa strategi pemasaran, tenaga pembuatan tulisan, banner promosi, dan promosi iklan barang atau jasa di sosial media.

Mereka adalah para penjual sayur, penjual nasi uduk, penjual jajanan pasar dan masih banyak UKM lainnya.

“Pandemi Corona sangat mendegradasi seluruh aspek kehidupan masyarakat, khususnya ekonomi kelas menengah ke bawah. Ada banyak cara membantu, ini salah satunya,” kata Diaz Aditya yang sehari hari sebagai Grafis Desainer independen.

Menurut Diaz, kriteria UKM yang mendapat bantuan pertama, pendapatannya harian dan labanya hanya cukup memenuhi kebutuhan primer.

Kedua, mengalami penurunan omzet hingga 100 persen. Ketiga, UKM berusia minimal 1 tahun, punya reputasi baik, atau direkomendasikan.

Keempat , UKM belum terdaftar di toko online tertentu atau aplikasi ojek online. Kelima dan paling penting adalah,UKM bukan usaha yang menjual barang-barang kebutuhan medis, seperti antiseptik, hand sanitizer, masker, ADP, obat-obatan, vitamin atau semua hal yang berhubungan dengan anti Covid-19.

“Ini adalah salah satu kesempatan untuk bisa berbagi dengan masyarakat. Membantu sesuai kemampuan dan kapasitas kami. Kami berharap dengan bantuan yang kami berikan bisa meringankan beban dampak dari pandemi Covid-19 kepada pengusaha UKM,” kata Poengky Yudhistira, yang berprofesi sebagai freelance writer.

Gerakan ini terbuka bagi siapapun khususnya content creator dan marketer online yang ingin menyumbangkan tenaganya menjadi relawan #Bantuonlineinukm. Poengky mempersilakan duplikasi gerakan ini, tanpa atau dengan komunitas ini.

Cara paling mudah, posting foto-foto barang dagangan UKM, nomor HP dan sebarkan.

“Siapapun Anda, seorang diri, atau bersama-sama. Bantu sebisa mungkin bantu UKM yang terdampak,” kata Poengky.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved