Breaking News:

Virus Corona

Pengusaha Siapkan Hotel Jadi Tempat Karantina Covid-19, tapi Tidak Gratis

"Karena tipisnya jumlah pengunjung, akhirnya ratusan hotel terpaksa menutup operasionalnya untuk sementara," ujarnya

FB ANIES BASWEDAN
ILUSTRASI - Kamar Hotel Grand Cempaka Business milik BUMD Jakarta, PT. Jakarta Tourisindo, yang kini diubah dan dioperasikan sebagai tempat peristirahatan bagi para tenaga medis yang merawat pasien virus Covid-19, Kamis 26 Maret 2020. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penurunan okupansi ratusan hotel secara drastis dan berlangsung cepat di seluruh Indonesia diakibatkan dampak dari virus corona atau Covid-19.

Hal ini menyebabkan ratusan hotel tersebut menutup sementara.

Baca: Bisnis Migas Dunia Tertekan, Pertamina Tetap Jamin Ketersediaan Pasokan Energi Nasional

Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Anggawira mengatakan, bahkan saat ini tingkat okupansi hotel di Indonesia sudah di bawah 9 persen.

"Karena tipisnya jumlah pengunjung, akhirnya ratusan hotel terpaksa menutup operasionalnya untuk sementara," ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (2/4/2020) kemarin malam.

Melihat kondisi tersebut, Anggawira mengatakan, jaringan hotel yang tutup bisa dimanfaatkan untuk tempat orang-orang yang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.

Pihaknya memberikan solusi kepada pemerintah untuk memfungsikan ratusan hotel yang tutup sebagai isolasi mandiri Covid-19, mengingat banyak rumah sakit rujukan sudah tidak bisa menampung lagi.

Menurutnya, jaringan hotel ini daripada tutup tidak ada customer, pemerintah bisa memanfaatkan dan suplai chain makanannya bisa juga didapat dari para pedagang makanan yang omsetnya menurun drastis.

"Jadi, ekosistem bisnisnya hidup, dana penanganan Covid-19 bisa digelontorkan dengan mekanisme ini jadi bisnis tetap berjalan," ujar Anggawira, seperti keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Anggawira melanjutkan, pemerintah pusat menggelontorkan subsidi kepada pemerintah daerah (pemda) untuk menangkal dampak Covid-19 berupa hibah senilai Rp 3,3 triliun.

Baca: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta: 909 Orang Positif, 54 Sembuh dan 95 Meninggal Dunia

Dana itu, lanjut Anggawira, bisa diberikan agar pemda bisa menyewa hotel-hotel tersebut, lalu subsidi yang digelontorkan pemerintah tersebut intervensinya itu bisa masuk ke ratusan hotel yang tutup.

"Jadi, kita berikan solusi agar pemerintah ini bisa memanfaatkan jaringan hotel untuk melakukan karantina terhadap orang-orang yang suspect Covid-19 karena kapasitas rumah sakit kan terbatas," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved