Breaking News:

Bank Sentral AS Siapkan Pasokan ke BI Sebesar 60 Miliar Dolar AS

Bank Indonesia memerlukan likuiditas dolar AS dalam repo line untuk digunakan dalam pengelolaan cadangan devisa.

Yanuar Riezqi Yovanda/Tribunnews.com
Gubernur BI Perry Warjiyo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed menyiapkan pasokan ke Bank Indonesia sebesar 60 miliar dolar Amerika Serikat (AS) jika membutuhkan.

Kerja sama itu tertuang dalam perjanjian repurchase agreement (repo) line antara kedua bank sentral atau biasa disebut facility for foreign and international monetary authorities (FIMA).

Menurutnya, Bank Indonesia memerlukan likuiditas dolar AS dalam repo line untuk digunakan dalam pengelolaan cadangan devisa.

Baca: Jakarta Resmi Berlakukan PSBB, Achmad Yurianto Beberkan Manfaatnya dalam Atasi Covid-19

Baca: UPDATE Jadwal MotoGP 2020, Gelaran Jerman Bisa Jadi Pembuka Musim Ini

"Cadangan devisa kita 121 miliar dolar AS, melihat itu sudah kami alokasikan sebagian dalam cadangan devisa yang likuid. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, saat teleconference di Jakarta, Selasa (7/4/2020)..

Cadangan devisa tersebut dinilainya cukup baik untuk bisa memenuhi kebutuhan dolar AS meski Fed telah menyiapkan pasokan ke BI.

"Likuiditas itu tadi sebagian dalam bentuk sekuritas atau surat-surat berharga tresuri dari Amerika. Itu bisa digunakan untuk melakukan repo antara Bank Indonesia dengan Fed yang untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dolar AS," pungkas Perry.

Berita Populer
Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved