Kamis, 9 April 2026

BPS: Konsumsi Rumah Tangga Menurun Tajam ke 2,84 Persen

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, komponen konsumsi rumah tangga mengalami penurunan yang tajam dari 5,02 persen.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kepala Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, struktur perekonomian Indonesia dari sisi pengeluaran tidak berubah, didominasi oleh dua komponen yaitu konsumsi rumah tangga dan PMTB atau investasi.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, komponen konsumsi rumah tangga mengalami penurunan yang tajam dari 5,02 persen pada kuartal I 2019 ke 2,84 persen pada kuartal I 2020, begitu juga PMTB dari 5,03 persen ke 1,70 persen.

"Konsumsi rumah tangga mengalami penurunan tajam. Sementara konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga itu alami kontraksi minus 4,91 persen dari sebelumnya 16,96 persen," ujarnya saat teleconference di Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Baca: BPS: Januari-Maret 2020, Penumpang Transportasi Udara Anjlok

Baca: BPS Perpanjang Batas Akhir Sensus Penduduk Online Menjadi Hingga 29 Mei 2020

Suhariyanto menjelaskan, menjaga daya beli konsumsi di rumah tangga menjadi sesuatu yang penting buat pemerintah Indonesia.

"Karena itu, pemerintah berusaha keras untuk mengendalikan inflasi. Kalau kita lihat secara umum kemarin inflasi sangat terkendali karena pemerintah jadi jauh hari sudah berupaya menjaga pasokan dan juga distribusi," katanya.

Namun, sayangnya konsumsi rumah tangga tetap anjlok, sehingga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi negara yang hanya 2,97 persen pada kuartal I 2020.

"Kalau kita lihat memang konsumsi rumah tangganya melambat cukup dalam. Porsi dari konsumsi rumah tangga di perekonomian Indonesia sangat besar, tentunya akan menggeret (pertumbuhan) kebawah," pungkas Suhariyanto.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved