Breaking News:

Tanggapan AirAsia Terkait Keterbukaan Informasi Perusahaan ke BEI

Indah menyebutkan, saat ini AirAsia Indonesia memilliki tenaga kerja sebanyak 1.645 orang.

Tribunnews.com/Istimewa
Pesawat AirAsia mengangkut logistik dan sukarelawan yang akan membantu penanganan korban Gempa Aceh. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT AirAsia Indonesia, menanggapi pemberitaan mengenai keterbukaan informasi PT AirAsia Indonesia pada 28 Mei 2020.

Menurut AirAsia, para karyawan telah sepakat melakukan beberapa inisiatif untuk memastikan kelancaran pengoperasian kembali penerbangan setelah dua bulan berhibernasi.

Hal ini sebagai upaya AirAsia dalam mendukung pemerintah, terkait menanggulangi penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia.

Inisiatif ini dilakukan atas kesepakatan bersama untuk mendukung agility perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian situasi termasuk potensi perpanjangan pembatasan sosial di beberapa wilayah.

Baca: Jadi Korban Badai Corona, Air Asia Indonesia Rumahkan 873 Karyawan

Corporate Secretary PT AirAsia Indonesia, Indah Permatasari Saugi, mengatakan Inisiatif ini dilakukan atas kesepakatan bersama untuk mendukung agility perusahaan, dalam menghadapi ketidakpastian situasi termasuk perpanjangan pembatasan sosial di beberapa wilayah.

Baca: Jangan Lupa, Jumat Besok Hari Terakhir Pemutihan Pajak Kendaraan di DKI Jakarta

"Kami berharap langkah ini adalah yang terbaik untuk bersama, terutama untuk memastikan kami dapat terus berkontribusi terhadap masyarakat dengan menyediakan layanan penerbangan yang terjangkau," kata Indah dalam keterangannya, Kamis (28/5/2020).

Baca: Haris Azhar Kritik Pernyataan Menteri Airlangga: Masyarakat Jadi Ajang Uji Coba Kebijakan . . .

Indah menyebutkan, saat ini AirAsia Indonesia memilliki tenaga kerja sebanyak 1.645 dan 873 diantaranya bertugas menjalankan operasional penerbangan.

"873 pegawai operasional penerbangan untuk sementara waktu di-reorientasi, untuk mengikuti program pelatihan online dari rumah. Sehingga dapat membantu unit layanan pelanggan," kata Indah.

"Sambil menunggu pengoperasian kembali layanan penerbangan berjadwal, yang telah dihentikan sementara sejak 1 April 2020," lanjutnya

Kemudian Indah mengungkapkan, sebagian karyawan operasional tersebut dapat ditugaskan sewaktu-waktu untuk melayani penerbangan charter dan kargo, atau membantu upaya misi kemanusiaan dan penanggulangan Covid-19 di Indonesia.

"Selain itu sesuai dengan kesepatakan bersama, sebagian karyawan yang bejumlah 328 orang telah mendapatkan pengurangan jam kerja antara 10 sampai 50 persen sesuai tingkat kesenioritasannya di manajemen," kata Indah.

Indah menegaskan, status kepegawaian semua tenaga kerja masih tetap seperti semula, kecuali sembilan orang di luar dari yang disebutkan sebelumnya, yang masa kerjanya berakhir bersamaan dengan wabah ini.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved