Breaking News:

Virus Corona

Kembali Terbang, Citilink Mengoperasikan 104 Penerbangan

Maskapai penerbangan Citilink, telah mengoperasikan 104 penerbangan sejak membuka kembali layanannya pada 1 Juni 2020.

TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN
Pesawat Airbus A320 Citilink di apron Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, sesaat setelah mendarat dari Jakarta, 25 Februari 2020. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maskapai penerbangan Citilink, telah mengoperasikan 104 penerbangan sejak membuka kembali layanannya pada 1 Juni 2020.

Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo mengatakan layanan penerbangan reguler penumpang sebanyak 104 penerbangan ke 21 kota ini menerapkan prosedur new normal dan tetap mengutamakan aspek kesealamatan, kesehatan dan kenyamanan.

Ia menambahkan, nantinya pada fase pra-penerbangan, pihaknya bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan pihak Gugus Tugas Percepatan Covid-19 di setiap bandara untuk memverifikasi kelengkapan dokumen penumpang.

Baca: 4 Maskapai Penerbangan yang Sediakan Layanan Kargo, Termasuk Citilink

"Kami juga memastikan penumpang yang terbang berada dalam kondisi sehat, dengan mewajibkan untuk menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19 melalui hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR)," kata Juliandra.

Selain itu, lanjut Juliandra, Citilink menerapkan new boarding management untuk mengatur jarak dalam antrean selama proses boarding agar tidak ada penumpukan penumpang.

Kemudian pada fase in-flight, menurut Juliandra, pihaknya menerapkan standar baru di dalam pesawat selama penerbangan di antaranya pengaturan tempat duduk, serta seluruh penumpang dan kru diwajibkan untuk selalu menggunakan masker.

"Selain itu ada hand sanitizer di seluruh pesawat, serta proses penyajian makanan dan minuman dengan tata cara yang higienis," kata Juliandra.

Pihaknya juga menerapkan pengaturan jarak, pada fase post-flightsaat pengambilan bagasi di area kedatangan dengan tetap melakukan prosedur pemeriksaan dan pencocokan terhadap bagasi yang keluar.

"Kami juga melakukan disinfeksi pada seluruh pesawat yang beroperasi setiap harinya sesuai dengan prosedur yang berlaku," kata Juliandra.

"Kemudian pada armada kami, juga menghadirkan sistem penyaring udara HEPA (High Efficiency Particulate Arrestor) untuk menyaring debu serta berbagai bahan pencemar udara, termasuk virus dan bakteri," lanjutnya.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved