Selasa, 14 April 2026

Ancaman Krisis Energi

Pimpinan Komisi XI DPR Sayangkan Usulan JK Naikkan Harga BBM

Kebijakan menahan harga BBM sudah tepat di tengah tekanan global, sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat dan pengendalian inflasi.

HO/IST/dok.
HARGA BBM - Kebijakan menahan harga BBM dinilai bukan tanpa dasar, melainkan melalui perhitungan fiskal yang matang dan kehati-hatian dalam menjaga stabilitas ekonomi. 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal mengkritik usulan Jusuf Kalla terkait kenaikan harga BBM di balik upaya pemerintah menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi.
  • Ia menilai kebijakan menahan harga BBM sudah tepat di tengah tekanan global, sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat dan pengendalian inflasi.
  • Sementara Jusuf Kalla beralasan kenaikan BBM perlu mempertimbangkan untuk mengurangi beban subsidi, defisit APBN, dan potensi pembengkakan utang negara.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal, menyayangkan pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang mengusulkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan alasan menjaga keberlanjutan APBN.

Menurut Hekal usulan tersebut tidak sejalan dengan upaya pemerintah saat ini yang justru berkomitmen menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan global.

“Terus terang kami menyayangkan, kok ada mantan wakil presiden yang justru mengusulkan kenaikan harga BBM. Padahal pemerintah saat ini sedang berusaha keras agar tidak menyusahkan rakyat dengan tidak menaikkan harga BBM,” kata Hekal dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).

Baca juga: Wapres Gibran Tanggapi Usulan JK Agar Pemerintah Naikkan Harga BBM

Hekal menilai langkah pemerintah yang menahan harga BBM bersubsidi patut diapresiasi.

Ia menegaskan kebijakan tersebut bukan tanpa dasar, melainkan melalui perhitungan fiskal yang matang dan kehati-hatian dalam menjaga stabilitas ekonomi.

“Langkah ini harus diapresiasi karena menunjukkan pemerintah mampu mengambil kebijakan yang cerdas tanpa membebani masyarakat. Apalagi arahan Presiden Prabowo untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi tentu sudah melalui perhitungan yang cermat dan memperhatikan ruang fiskal,” ujarnya.

Ia menambahkan kebijakan tersebut juga penting untuk menahan laju inflasi, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

Hekal mengakui, konflik geopolitik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga minyak dunia yang berdampak pada banyak negara. Sejumlah negara bahkan memilih menaikkan harga BBM domestik untuk mengurangi beban fiskal.

Namun, Indonesia mengambil langkah berbeda dengan tetap menahan harga BBM guna menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas perekonomian nasional.

“Kita harus memahami, bahwa perang di Timur Tengah membuat banyak negara akhirnya menaikkan harga BBM. Tapi Indonesia memilih jalan yang berpihak pada rakyat, yaitu menahan harga agar daya beli tetap terjaga,” jelasnya.

Hekal menegaskan, komitmen Presiden Prabowo jelas, yakni tidak ingin membebani masyarakat di tengah situasi ekonomi global yang penuh tekanan.

“Presiden berkomitmen tidak ingin membebankan rakyat. Justru di saat seperti ini, negara harus hadir melindungi masyarakat, bukan sebaliknya,” tutupnya.

Alasan JK Usulkan Kenaikan Harga BBM

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menjelaskan alasannya mengusulkan kenaikan harga BBM.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved