Breaking News:

IHSG Diprediksi Menguat di Tengah Memanasnya Hubungan Amerika dan China

Beberapa waktu terakhir, perang dingin antara Amerika Serikat (AS) dengan China di Laut China Selatan semakin memanas.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beberapa waktu terakhir, perang dingin antara Amerika Serikat (AS) dengan China di Laut China Selatan semakin memanas.

Padahal, masalah antara kedua pihak terkait perang dagang, virus corona, serta Hong Kong juga masih jauh dari kata selesai.

"Memanasnya hubungan AS dan China yang berlangsung dari pekan sebelumnya masih menjadi fokus perhatian pasar," ujar Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee di Jakarta, Minggu (7/6/2020).

Baca: Sebaran Virus Corona di Indonesia Minggu (7/6/2020): 8 Wilayah Nihil Kasus Corona, Mana Saja?

Kendati demikian, Hans memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan akan bergerak memguat di tengah memanasnya hubungan kedua negara.

"Kami perkirakan akan konsolidasi menguat dengan support di level 4704 sampai 4.851 dan resistance 5.014 sampai 5.112," katanya.

Baca: Belajar Dari Kasus George Floyd, Amnesty Internasional Kritisi Tindakan Represif Aparat di Indonesia

Selain itu, dia menambahkan, ekspansi stimulus oleh Bank Sentral Eropa (ECB) sebesar 600 miliar Euro di atas harapan pelaku pasar, sehingga menjadi sentimen positif pasar keuangan.

"Sedangkan, prediksi jeleknya data pertumbuhan ekonomi Eropa menjadi sentiment negative pasar. Kami perkirakan data ekonomi berbagai negara masih akan jelek terimbas penguncian ekonomi akibat pandemi Covid-19," katanya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved